pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (30/9/2025). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pejabat daerah bersama para koordinator wilayah (korwil) program MBG.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Ikhwansyah, mengungkapkan saat ini sedikitnya sudah ada 10 titik pelaksanaan MBG yang aktif di beberapa kecamatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG sudah berjalan di sejumlah titik, seperti Gambut, Martapura, Kertak Hanyar, hingga Aluh-Aluh. Total ada 10 titik, lima di Martapura, tiga di Gambut, dan beberapa titik lain. Jumlah penerima manfaat yang sudah terlaporkan lebih dari 30 ribu orang,” paparnya.
Meski begitu, Ikhwansyah menekankan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan jumlah penerima manfaat sebenarnya di Kabupaten Banjar. Oleh karena itu, pemerintah daerah menargetkan perluasan cakupan layanan.
“Kami akan menambah jumlah titik dengan sasaran yang lebih besar. Verifikasi data dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan sangat penting agar distribusi makanan bisa lebih tepat sasaran sekaligus tidak terkendala masalah jarak tempuh,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Banjar, Shinta Aulia, melaporkan bahwa saat ini terdapat 10 dapur reguler yang beroperasi. Selain itu, tiga dapur baru di wilayah Karang Intan, Aluh-Aluh, dan Sungai Tabuk juga telah siap digunakan.
“Secara bangunan sudah selesai. Hanya tinggal melengkapi administrasi dan pencairan, setelah itu dapur bisa langsung beroperasi,” jelas Shinta.
Ia juga menuturkan, selain dapur reguler, pemerintah akan menyiapkan dapur khusus bagi daerah-daerah terpencil dengan jumlah penerima relatif kecil.
“Sekalipun di satu desa jumlah penerima manfaat tidak sampai tiga ribu orang, mereka tetap akan terlayani dengan adanya dapur kecil. Jadi ada dua skema: dapur reguler untuk wilayah padat penerima, dan dapur khusus untuk desa-desa dengan jumlah terbatas,” ucapnya.
Dengan adanya gabungan dapur reguler dan dapur khusus tersebut, Pemkab Banjar menargetkan jumlah titik layanan MBG bisa melampaui 30 titik. Hal ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program dan memastikan seluruh anak sekolah di Banjar mendapatkan akses makanan bergizi gratis sesuai tujuan utama program nasional.









