pro1.id, Tanah Laut – Perayaan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanah Laut di Stadion Pertasi Kencana, Sabtu (6/12/2025), dimeriahkan dengan penampilan tari kolosal bertajuk “Bumi Perjuangan Ombak Persatuan”. Pertunjukan ini menghadirkan rangkaian koreografi megah yang menuturkan perjuangan Pahlawan Nasional asal Tanah Laut, Hadji Boejasin, sekaligus menggambarkan keberagaman budaya masyarakat setempat.

Puluhan penari tampil dalam formasi dinamis yang merefleksikan perlawanan rakyat terhadap kekuasaan kolonial. Adegan dramatik menampilkan sosok Hadji Boejasin sebagai pejuang yang berani dan sulit ditaklukkan. Pihak Belanda digambarkan sampai menjulukinya “Licin” karena ketangkasannya bergerilya dan menghindari pengejaran.
Tarian juga memerlihatkan tekanan besar dari penjajah, termasuk sayembara berhadiah seribu gulden bagi siapa pun yang dapat menyerahkan kepala sang pejuang. Alur cerita kemudian mencapai puncak emosional saat Hadji Boejasin tewas tertembak oleh seorang pengkhianat yang kala itu menjabat Kepala Desa.
Selain menyoroti sejarah perjuangan lokal, pertunjukan ini turut menampilkan karakter multikultural Tanah Laut yang sejak awal kemerdekaan menjadi tujuan transmigrasi. Keragaman suku seperti Banjar, Jawa, Bugis, Bali, dan etnis lainnya divisualisasikan melalui kostum serta ragam gerak dari berbagai tradisi Nusantara.
Keberagaman itu pula yang membuat Tanah Laut dikenal sebagai “Nusantara Mini”, di mana masyarakat dari banyak latar belakang hidup berdampingan dengan harmonis.
Melalui sajian seni kolosal ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut ingin memperkuat pesan persatuan dan kebersamaan, selaras dengan tema “Ombak Persatuan” yang diangkat dalam peringatan hari jadi kali ini.









