Tari Kolosal “Ombak Persatuan” Warnai Peringatan Hari Jadi Tanah Laut dengan Kisah Hadji Boejasin

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarian yang di tampilkan dalam HUT Tanah Laut

Tarian yang di tampilkan dalam HUT Tanah Laut

pro1.id, Tanah Laut – Perayaan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanah Laut di Stadion Pertasi Kencana, Sabtu (6/12/2025), dimeriahkan dengan penampilan tari kolosal bertajuk “Bumi Perjuangan Ombak Persatuan”. Pertunjukan ini menghadirkan rangkaian koreografi megah yang menuturkan perjuangan Pahlawan Nasional asal Tanah Laut, Hadji Boejasin, sekaligus menggambarkan keberagaman budaya masyarakat setempat.

Puluhan penari tampil dalam formasi dinamis yang merefleksikan perlawanan rakyat terhadap kekuasaan kolonial. Adegan dramatik menampilkan sosok Hadji Boejasin sebagai pejuang yang berani dan sulit ditaklukkan. Pihak Belanda digambarkan sampai menjulukinya “Licin” karena ketangkasannya bergerilya dan menghindari pengejaran.

Baca Juga :  Banjarbaru Sambut 1.000 Peserta di MTN Seni Budaya dan Wabul Sawi Festival

Tarian juga memerlihatkan tekanan besar dari penjajah, termasuk sayembara berhadiah seribu gulden bagi siapa pun yang dapat menyerahkan kepala sang pejuang. Alur cerita kemudian mencapai puncak emosional saat Hadji Boejasin tewas tertembak oleh seorang pengkhianat yang kala itu menjabat Kepala Desa.

Selain menyoroti sejarah perjuangan lokal, pertunjukan ini turut menampilkan karakter multikultural Tanah Laut yang sejak awal kemerdekaan menjadi tujuan transmigrasi. Keragaman suku seperti Banjar, Jawa, Bugis, Bali, dan etnis lainnya divisualisasikan melalui kostum serta ragam gerak dari berbagai tradisi Nusantara.

Baca Juga :  Tim Tenis Lapangan Banjarmasin Melaju ke Perempat Final Porprov Kalsel dengan Keyakinan Penuh

Keberagaman itu pula yang membuat Tanah Laut dikenal sebagai “Nusantara Mini”, di mana masyarakat dari banyak latar belakang hidup berdampingan dengan harmonis.

Melalui sajian seni kolosal ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut ingin memperkuat pesan persatuan dan kebersamaan, selaras dengan tema “Ombak Persatuan” yang diangkat dalam peringatan hari jadi kali ini.

Berita Terkait

Program Dosen Wajib Mengabdi, Dosen THP ULM Kenalkan Olahan Ikan Gabus Berbasis Zero Waste di Desa Nusa Indah
Program DWA Dosen THP FPIK ULM Kenalkan Bola-Bola Nasi Ikan untuk Diversifikasi Olahan Bergizi
Program DWA ULM, Dosen THP FPIK Kenalkan “Lampin Kuning” sebagai Pangan Bergizi Pencegah Stunting
Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai
Safari Ramadan di Tanah Laut, Hanura Kalsel Serahkan Bantuan dan Jalin Silaturahmi dengan Warga
Safari Ramadan Dimulai dari Jorong, Bupati Tanah Laut Salurkan Hibah Rp106 Juta
Meriah, Tanah Laut Gelar Peringatan HUT ke-60 di Stadion Pertasi Kencana
Gubernur Muhidin Puji Tanah Laut atas Suksesnya Penyelenggaraan Porprov Kalsel 2025

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:09 WITA

Program Dosen Wajib Mengabdi, Dosen THP ULM Kenalkan Olahan Ikan Gabus Berbasis Zero Waste di Desa Nusa Indah

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:59 WITA

Program DWA Dosen THP FPIK ULM Kenalkan Bola-Bola Nasi Ikan untuk Diversifikasi Olahan Bergizi

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:39 WITA

Program DWA ULM, Dosen THP FPIK Kenalkan “Lampin Kuning” sebagai Pangan Bergizi Pencegah Stunting

Minggu, 26 April 2026 - 04:44 WITA

Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:13 WITA

Safari Ramadan di Tanah Laut, Hanura Kalsel Serahkan Bantuan dan Jalin Silaturahmi dengan Warga

Berita Terbaru