pro1.id, MARTAPURA — Beragam program kemandirian terus dikembangkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. Mulai dari produk minuman herbal hingga pelatihan pertanian dan otomotif, semuanya diarahkan untuk membekali mereka saat kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyebut salah satu produk unggulan yang kini menjadi bagian dari branding pemasyarakatan adalah Teh Mint.
“Teh Mint ini menjadi salah satu produk unggulan dalam program branding pemasyarakatan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Ini kebanggaan kami karena diproduksi langsung oleh warga binaan,” ujarnya, Rabu (4/03/2026).
Selain Teh Mint, warga binaan juga memproduksi kain sasirangan khas Kalimantan Selatan. Tak hanya di sektor kerajinan, pelatihan teknis juga diberikan, seperti merakit, memodifikasi, hingga memperbaiki sepeda motor.
“Kami cukup banyak kegiatan. Ada sasirangan, ada juga perakitan dan perbaikan motor,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Yugo, sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembinaan. Warga binaan diajarkan teknik bercocok tanam secara menyeluruh, mulai dari proses pemupukan hingga penanaman.
“Saat ini yang utama kami dorong adalah pertanian. Harapannya ketika mereka kembali ke rumah, mereka sudah punya bekal. Dari cara memupuk sampai menanam, semuanya kami ajarkan,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, pihak lapas berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi modal usaha dan sumber penghidupan setelah bebas nanti.









