Ternak Kerbau di Kabupaten Banjar Kian Berkurang, Populasi Tercatat 560 Ekor

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Keberadaan kerbau sebagai ternak tradisional di Kabupaten Banjar masih bertahan hingga kini, meski jumlahnya terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vila Vardi, mengungkapkan bahwa sentra kerbau di daerah ini terpusat di dua kecamatan, yakni Cintapuri Darussalam dan Aranio.

“Kita memang masih punya ternak kerbau. Sentra utamanya ada di Cintapuri Darussalam dan Aranio,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karakteristik kerbau di dua wilayah tersebut berbeda. Di Cintapuri Darussalam, masyarakat memelihara kerbau rawa yang umumnya hidup di kawasan perairan dangkal dan lahan basah. Sementara di Aranio, jenisnya lebih menyerupai kerbau sungai atau danau.

“Kalau di Aranio itu cenderung kerbau sungai atau danau. Sedangkan di Cintapuri lebih dominan kerbau rawa,” jelasnya.

Baca Juga :  PT Palmina Mulai Realisasikan Penanganan Banjir, Bantuan Warga Jadi Prioritas Awal

Meski demikian, populasi kerbau di Kabupaten Banjar disebut tidak lagi sebanyak dulu. Salah satu penyebab utama adalah faktor reproduksi yang lebih lambat dibandingkan sapi.

“Kerbau itu sistem reproduksinya memang lebih lama. Bisa dua sampai tiga tahun sekali melahirkan. Jadi pertambahan populasinya tidak secepat sapi,” terangnya.

Selain faktor biologis, perubahan kondisi lingkungan turut berpengaruh. Di sejumlah wilayah, lahan rawa yang menjadi habitat kerbau mulai berkurang karena dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Tak sedikit pula peternak yang beralih ke usaha ternak sapi karena dinilai lebih cepat berkembang.

“Daya dukung lingkungan berubah, dan sebagian masyarakat juga beralih ke ternak lain. Itu berimplikasi pada penurunan populasi,” tambahnya.

Berdasarkan data Triwulan IV Tahun 2025 yang disampaikan Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Asep Yusup Nugraha Siliwandi, jumlah kerbau di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 560 ekor.

Baca Juga :  Lama Terendam Banjir, Warga Pengungsian Sungai Tabuk Rentan Penyakit Kulit dan Tekanan Darah Tinggi

Rinciannya, Cintapuri Darussalam sebanyak 416 ekor, Aranio 111 ekor, dan Sungai Pinang 33 ekor.

Dari sisi pemasaran, kerbau di Kabupaten Banjar bukan menjadi komoditas utama, melainkan sebagai alternatif ketika pasokan sapi terbatas.

“Kerbau itu sifatnya melengkapi saja. Kalau stok sapi di pasar habis dan ada kerbau, biasanya dipotong untuk memenuhi kebutuhan,” jelas drh. Lulu.

Ia juga menyebut harga daging kerbau di pasaran relatif setara dengan daging sapi, sehingga keduanya diperlakukan hampir sama oleh pedagang maupun konsumen.

Meski populasinya tidak besar, keberadaan kerbau tetap menjadi bagian dari tradisi peternakan masyarakat Kabupaten Banjar yang masih bertahan hingga kini.

Berita Terkait

Perpanjang Masa Transisi : BPBD Banjar Finalisasi Dokumen R3P, Fokus Pemulihan Pascabencana Lebih Terarah
Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial
RUPS PT BPR Martapura: Kinerja Positif, Dividen Meningkat dan Jadi Contoh BPR di Kalsel
Hari Kedua Pelatihan, Relawan Gambut Praktik Simulasi Langsung Pemadaman Karhutla
El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla
Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut
Kejari Banjar Raih Peringkat Kedua Video RJ, Dorong Penegakan Hukum Lebih Humanis
Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:54 WITA

Perpanjang Masa Transisi : BPBD Banjar Finalisasi Dokumen R3P, Fokus Pemulihan Pascabencana Lebih Terarah

Kamis, 30 April 2026 - 11:50 WITA

RUPS PT BPR Martapura: Kinerja Positif, Dividen Meningkat dan Jadi Contoh BPR di Kalsel

Rabu, 29 April 2026 - 11:21 WITA

Hari Kedua Pelatihan, Relawan Gambut Praktik Simulasi Langsung Pemadaman Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 12:34 WITA

El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 12:02 WITA

Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut

Berita Terbaru

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Rakor PSHT Kalsel Bahas Program dan Penataan Organisasi, Tekankan Nilai Persaudaraan

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:13 WITA