pro1.id, BANJARBARU – Upaya Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan berstandar internasional kian diperkuat. Laboratorium Terpadu ULM resmi mengantongi sertifikat ISO 45001:2018, standar global sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3), setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan audit oleh CBQA Indonesia.

Sertifikasi tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan lembaga sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas penerapan sistem K3 yang konsisten, terdokumentasi, dan berbasis manajemen risiko di lingkungan laboratorium.
Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, menilai pencapaian ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang aman dan berorientasi mutu di lingkungan kampus.
“Standar ini memastikan setiap aktivitas memiliki pengendalian risiko yang jelas. Dengan ISO 45001, keselamatan bukan lagi reaktif, tetapi menjadi bagian dari perencanaan kerja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Laboratorium Terpadu diharapkan menjadi contoh konkret bagi unit-unit kerja lain di ULM. Universitas, kata dia, tengah menyiapkan regulasi internal untuk memperluas penerapan prinsip K3 secara menyeluruh.
“Kami ingin keselamatan kerja menjadi kebiasaan, bukan kewajiban sesaat. Ke depan, penerapan K3 akan diperkuat melalui kebijakan resmi universitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Terpadu ULM, Liling Triyasmono, mengungkapkan bahwa proses menuju sertifikasi memerlukan waktu panjang dan evaluasi ketat. Audit terakhir dilakukan pada akhir 2025, dengan penekanan pada kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan sarana, serta pengelolaan risiko di setiap aktivitas laboratorium.
“Setelah sebelumnya kami memperoleh ISO 17025, sertifikasi ini melengkapi komitmen kami, khususnya dalam menjamin keselamatan pengguna dan pengelola laboratorium,” jelasnya.
Menurut Liling, Laboratorium Terpadu ULM tidak hanya berfungsi sebagai penunjang akademik, tetapi juga sebagai penyedia layanan pengujian bagi masyarakat dan mitra eksternal. Oleh karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja harus terintegrasi dalam setiap layanan yang diberikan.
“Kualitas layanan tidak akan berarti tanpa jaminan keselamatan. Itulah prinsip yang kami pegang,” katanya.
Dengan diraihnya ISO 45001:2018, Laboratorium Terpadu ULM diharapkan menjadi rujukan penerapan K3 di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat tata kelola laboratorium yang aman, profesional, dan berstandar internasional.









