pro1.id, MARTAPURA – Banjir yang melanda wilayah Murung Mesjid dan Kampung Jawa, Kabupaten Banjar, tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memicu persoalan serius terkait ketersediaan air bersih. Hingga kini, sebagian warga mengaku belum menerima bantuan air bersih dari pemerintah dan harus mencari alternatif secara mandiri.

Nana, warga Murung Mesjid, mengatakan keterbatasan air bersih menjadi keluhan utama selama banjir berlangsung. Menurutnya, warga terpaksa membeli air bersih bahkan menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Belum ada bantuan air bersih dari pemerintah. Kadang kami beli air, kalau tidak ada ya terpaksa minum air sungai,” ujar Nana saat ditemui di lokasi terdampak, Kamis (1/1/2025).
Ia menjelaskan, kondisi banjir membuat kendaraan pengangkut air bersih sulit masuk ke permukiman warga. Akibatnya, distribusi air bersih menjadi terhambat dan kebutuhan warga tidak terpenuhi secara optimal.
“Mobil penjual air juga tidak bisa masuk. Harapannya ada bantuan air bersih dari pemerintah, jadi kami tidak perlu beli-beli lagi,” katanya.
Nana berharap pemerintah dapat segera menyediakan tandon atau penampungan air bersih di beberapa titik agar warga lebih mudah mengakses kebutuhan dasar tersebut.
“Kalau bisa ada tandon air bersih di sini, di beberapa titik. Itu sangat membantu warga,” ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Bukhari, warga Kampung Jawa. Ia mengatakan banjir di wilayahnya merupakan kejadian yang cukup sering terjadi, dengan ketinggian air yang tidak menentu. Namun, persoalan air bersih selalu menjadi masalah utama setiap kali banjir datang.
“Banjirnya sering, kadang tinggi kadang surut. Yang paling dalam itu Sabtu dan Minggu kemarin karena hujannya terus,” ungkap Bukhari, Kamis (01/01/2026).
Menurutnya, air untuk kebutuhan mandi dan mencuci masih dapat diperoleh, tetapi air layak konsumsi sangat terbatas sehingga warga harus membeli air galon.
“Kalau untuk mandi dan cuci masih ada, tapi air bersih untuk minum itu yang susah. Jadi kami pakai air galon,” jelasnya.
Meski demikian, Bukhari mengaku bersyukur atas bantuan dari para relawan dan komunitas yang telah membantu warga terdampak banjir.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Bantuan dari relawan sangat membantu kami,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera menyalurkan bantuan air bersih secara merata, mengingat banjir masih berpotensi terjadi dan kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak.









