Empat Wilayah di Kalsel Masih Tergenang Banjir, Kurau Tanah Laut Jadi Fokus Penanganan

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA –  Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan masih menyisakan dampak di sejumlah daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, hingga kini terdapat empat kabupaten/kota yang masih mengalami genangan, meskipun skalanya tidak sebesar banjir besar pada 2021 lalu.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi, menyampaikan bahwa daerah yang masih terdampak meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarmasin, serta Kabupaten Tanah Laut.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2021 memang jauh berbeda. Dulu ada 11 kabupaten dan kota yang terdampak. Sekarang sekitar sembilan, dan yang masih bertahan sampai hari ini ada empat daerah,” kata Achmadi, Kamis (8/1/2026).

Dari keempat wilayah tersebut, Kecamatan Kurau di Kabupaten Tanah Laut menjadi perhatian utama karena kondisi banjir yang cukup berat. Tingginya curah hujan ditambah air laut yang menahan aliran sungai menyebabkan genangan bertahan lebih lama.

Baca Juga :  Uji Kelayakan Tahap II Digelar, PKB Saring Calon Ketua DPC se-Kalsel

“Kurau itu termasuk yang cukup parah. Tapi penanganan sudah dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut dengan membuka dapur umum,” jelasnya.

Dapur umum yang beroperasi di Kecamatan Kurau mampu memproduksi sekitar 8.000 paket makanan siap saji setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir di sejumlah desa.

Achmadi menjelaskan, kondisi banjir saat ini juga dipengaruhi cuaca ekstrem yang berubah-ubah, mulai dari hujan deras hingga panas, lalu kembali turun hujan. Situasi tersebut mempercepat aliran air dari kawasan pegunungan menuju wilayah hilir.

“Curah hujan tinggi, lalu air laut menahan aliran sungai. Ditambah cuaca yang tidak menentu, hujan-panas-hujan lagi, sehingga air bertahan cukup lama,” ujarnya.

Untuk wilayah hulu sungai, Achmadi memastikan kondisi sudah relatif aman dan air mulai surut. Namun, beberapa kawasan masih mencatat genangan cukup tinggi meski trennya terus menurun.

Baca Juga :  Dinkes Kalsel Imbau Warga Tenang Hadapi Istilah “Super Flu”

“Hulu sungai sudah aman. Tapi di Tapin seperti Candi Laras Utara dan Selatan, serta Marabahan dan sekitarnya, air masih cukup tinggi walaupun sudah berangsur turun,” katanya.

Kabupaten Banjar disebut sebagai wilayah yang menerima limpahan aliran air dari hulu sungai sebelum mengalir ke Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. Aliran tersebut membuat beberapa kecamatan masih menjadi perhatian pemerintah.

“Air dari Pengaron dan Sungai Pinang itu bermuara terakhir di Kabupaten Banjar, lalu lanjut ke Banjarmasin dan Barito Kuala, seperti Mandastana dan Jejangkit. Itu yang masih kita pantau,” ucap Achmadi.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa kondisi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk menunjukkan perkembangan positif dengan penurunan muka air yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah, di Sungai Tabuk sudah terlihat penurunan air yang cukup signifikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemprov Kalsel Apresiasi Buser Cup 690, Dinilai Perkuat Kemampuan dan Solidaritas Relawan Damkar
Buser Cup 690 se-Kalimantan Selatan Resmi Dibuka, 128 Tim Ikuti Adu Ketangkasan
Gubernur Kalsel Buka PKN Tingkat II Angkatan XVIII, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Budaya Inovasi
Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17 Ribu per Liter Dikeluhkan Pengendara di Martapura dan Banjarbaru
Usai Geledah Kantor ESDM Kalsel, Penyidik Kejati Amankan Berkas Diduga Terkait Kasus Izin Tambang
Dugaan Pungli Perizinan Tambang Rp1,2 Miliar Diusut, ASN ESDM Kalsel Ditetapkan Tersangka
Adanya Penjagaan dan Pelayanan Mendadak Tutup, Ada Apa di Kantor Dinas ESDM Kalsel?
Operasi Antik Intan 2026, Polda Kalsel Ungkap Ratusan Kasus Narkoba dan Bongkar Jaringan Fredy Pratama

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:08 WITA

Pemprov Kalsel Apresiasi Buser Cup 690, Dinilai Perkuat Kemampuan dan Solidaritas Relawan Damkar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:55 WITA

Buser Cup 690 se-Kalimantan Selatan Resmi Dibuka, 128 Tim Ikuti Adu Ketangkasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WITA

Gubernur Kalsel Buka PKN Tingkat II Angkatan XVIII, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Budaya Inovasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17 Ribu per Liter Dikeluhkan Pengendara di Martapura dan Banjarbaru

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:49 WITA

Usai Geledah Kantor ESDM Kalsel, Penyidik Kejati Amankan Berkas Diduga Terkait Kasus Izin Tambang

Berita Terbaru