DKPP Banjar Ambil Sampel Ikan Mirip Lohan di Waduk Riam Kanan untuk Identifikasi Awal

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 20:09 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah

Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah

pro1.id, MARTAPURA – Dugaan munculnya ikan mirip lohan di Waduk Riam Kanan semakin menguat setelah pengamatan lapangan menunjukkan kesamaan bentuk tubuh dengan morfologi ikan hias lohan.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Aranio, Ahmad Fauzi, menjadi pihak pertama yang menyampaikan hasil identifikasi awal sebelum DKPP Banjar menindaklanjuti dengan pengambilan sampel di lokasi.

Menurut Fauzi, banyak ikan yang tertangkap nelayan menunjukkan ciri fisik menyerupai ikan lohan.

“Bentuk tubuh dan perilakunya mirip lohan, hanya warnanya lebih kusam karena hidup di alam, bukan di akuarium,” jelasnya.

Ia menambahkan, ikan ini bersifat predator, teritorial, dan mampu berkembang biak sepanjang tahun, sehingga populasinya cepat meningkat dan mendominasi perairan waduk.

“Anak ikan lokal seperti puyau, toman, nilem, dan gurame menjadi mangsanya,” ujarnya.

Fauzi menduga ikan tersebut bukan asli Riam Kanan, kemungkinan berasal dari ikan hias yang dilepas warga puluhan tahun lalu dan berkembang biak tanpa kendali.

Baca Juga :  Aktivitas Kapal di Sungai Darussalam Bertambah, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim DKPP Banjar melakukan pemantauan lanjutan pada Rabu (26/11/2025). Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengakui temuan awal lapangan sesuai dengan ciri ikan lohan.

“Secara morfologi memang menyerupai lohan,” kata Bandi.

Meski begitu, pihak DKPP menegaskan bahwa penentuan jenis ikan tetap membutuhkan kajian ilmiah. DKPP Banjar berencana berkoordinasi dengan BRIN, dinas provinsi, dan universitas untuk memastikan asal-usul serta dampak ekologisnya.

“Penting memastikan apakah ini lohan asli, hibrid non-lokal, atau varian lain agar penanganannya tepat,” ujar Bandi.

Bandi menekankan perlunya kolaborasi multi pihak, termasuk DKP Kalsel, untuk menangani persoalan ini secara strategis.

Baca Juga :  Emas 99 Alami Penurunan di Pasar Bauntung Batuah, Antam Masih Bertahan Tinggi

“Kehadiran ikan ini mempengaruhi hasil tangkapan nelayan karena bersifat agresif dan invasif, meski tidak memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Analisis awal menunjukkan urgensi tinggi, sehingga dibutuhkan kebijakan pengendalian populasi ikan invasif, regulasi pelepasan ikan hias, serta edukasi masyarakat. DKPP Banjar telah menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut, antara lain identifikasi ilmiah lanjutan, penyusunan regulasi pelepasan ikan hias di perairan umum, edukasi kepada pemancing dan pembudidaya, serta monitoring berkala populasi ikan.

“Kami mendorong semua pihak bekerja sama agar Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan spesies lokal terlindungi,” tegasnya.

Hingga kini, DKPP Banjar bersama penyuluh perikanan tetap memantau situasi di lapangan dan menindaklanjuti laporan nelayan untuk memastikan identifikasi ikan serta dampaknya terhadap ekosistem Waduk Riam Kanan.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA