pro1.id, MARTAPURA – Keberadaan sejumlah pohon berukuran besar dan rimbun di ruas Jalan Tanjung Rema Darat, tepatnya di kawasan Pintu Air depan SDN Tanjung Rema Darat, dikeluhkan warga. Pohon-pohon tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan serta siswa sekolah yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.
Salah seorang warga setempat, Warsito, mengatakan kekhawatiran masyarakat muncul karena ukuran pohon yang semakin besar dengan cabang yang menjulur ke badan jalan. Saat cuaca ekstrem maupun hujan disertai angin kencang, warga khawatir ranting atau bahkan pohon tumbang dan menimbulkan korban.
“Takutnya kalau ada cabang patah atau pohon tumbang saat cuaca buruk. Di sini banyak anak sekolah dan pengguna jalan yang melintas setiap hari,” ujarnya, Kamis (18/06/2026).

Menurut Warsito, meski hingga saat ini belum pernah terjadi korban jiwa akibat pohon tersebut, beberapa insiden yang melibatkan kendaraan pernah terjadi di kawasan sekitar. Kondisi itu membuat warga berharap adanya langkah antisipasi dari pihak terkait sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain faktor keselamatan, keberadaan pohon besar juga disebut menimbulkan persoalan lingkungan. Saat musim hujan, daun-daun yang berguguran kerap menumpuk di saluran drainase hingga menyebabkan aliran air tersumbat.
“Kalau hujan deras, daun-daunnya masuk ke drainase dan menyumbat aliran air. Akibatnya air sempat menggenang meskipun biasanya tidak berlangsung lama,” katanya.
Ia menambahkan, akar pohon yang terus berkembang juga dikhawatirkan dapat merusak struktur jalan dan fasilitas umum di sekitarnya apabila tidak dilakukan penanganan secara berkala.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan peninjauan lapangan untuk mengevaluasi kondisi pohon-pohon tersebut. Menurut mereka, langkah pemangkasan maupun penataan pohon perlu dipertimbangkan demi menjaga keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi penghijauan.
“Kami berharap ada pengecekan dari pemerintah. Kalau memang membahayakan, sebaiknya dilakukan penanganan supaya tidak menimbulkan korban di kemudian hari,” tutup Warsito.









