Warga Tanjung Rema Darat Khawatir Pohon Besar di Depan SDN Membahayakan Pengguna Jalan

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:55 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Keberadaan sejumlah pohon berukuran besar dan rimbun di ruas Jalan Tanjung Rema Darat, tepatnya di kawasan Pintu Air depan SDN Tanjung Rema Darat, dikeluhkan warga. Pohon-pohon tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan serta siswa sekolah yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

Salah seorang warga setempat, Warsito, mengatakan kekhawatiran masyarakat muncul karena ukuran pohon yang semakin besar dengan cabang yang menjulur ke badan jalan. Saat cuaca ekstrem maupun hujan disertai angin kencang, warga khawatir ranting atau bahkan pohon tumbang dan menimbulkan korban.

“Takutnya kalau ada cabang patah atau pohon tumbang saat cuaca buruk. Di sini banyak anak sekolah dan pengguna jalan yang melintas setiap hari,” ujarnya, Kamis (18/06/2026).

Baca Juga :  Bupati Banjar Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Pastikan Perawatan Gratis dan Penanganan Maksimal

Menurut Warsito, meski hingga saat ini belum pernah terjadi korban jiwa akibat pohon tersebut, beberapa insiden yang melibatkan kendaraan pernah terjadi di kawasan sekitar. Kondisi itu membuat warga berharap adanya langkah antisipasi dari pihak terkait sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain faktor keselamatan, keberadaan pohon besar juga disebut menimbulkan persoalan lingkungan. Saat musim hujan, daun-daun yang berguguran kerap menumpuk di saluran drainase hingga menyebabkan aliran air tersumbat.

“Kalau hujan deras, daun-daunnya masuk ke drainase dan menyumbat aliran air. Akibatnya air sempat menggenang meskipun biasanya tidak berlangsung lama,” katanya.

Baca Juga :  Program “Jembatan Hati” Lapas Narkotika Karang Intan Satukan Warga Binaan dengan Keluarga

Ia menambahkan, akar pohon yang terus berkembang juga dikhawatirkan dapat merusak struktur jalan dan fasilitas umum di sekitarnya apabila tidak dilakukan penanganan secara berkala.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan peninjauan lapangan untuk mengevaluasi kondisi pohon-pohon tersebut. Menurut mereka, langkah pemangkasan maupun penataan pohon perlu dipertimbangkan demi menjaga keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi penghijauan.

“Kami berharap ada pengecekan dari pemerintah. Kalau memang membahayakan, sebaiknya dilakukan penanganan supaya tidak menimbulkan korban di kemudian hari,” tutup Warsito.

Berita Terkait

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA