pro1.id, MARTAPURA – Menjelang peringatan 5 Rajab yang diperkirakan kembali menarik kehadiran ribuan jemaah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar memastikan seluruh unsur pelayanan kesehatan siap siaga. Persiapan ini dilakukan sebagaimana pengalaman penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang selalu dipadati pengunjung.
Sekretaris Dinkes Banjar, H. Gusti Muhammad Kholdani, menegaskan bahwa setiap kegiatan dengan potensi keramaian besar selalu menjadi fokus utama pihaknya.
“Di setiap pusat kerumunan, petugas kesehatan pasti hadir. Haulan, majelis rutin, termasuk 5 Rajab yang akan tiba pada Desember mendatang, semuanya kami siapkan secara maksimal,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).
Menurut Kholdani, jumlah relawan yang mendaftar melalui sistem online terus bertambah. Saat ini hampir seribu relawan telah tercatat, dan diperkirakan melebihi capaian tahun lalu yang mencapai lebih dari 1.200 orang.
“Banyak relawan baru, termasuk tenaga kesehatan P3K. Mereka memiliki energi yang tinggi dan sangat antusias membantu,” tambahnya.
Seperti pola tahun sebelumnya, Dinkes Banjar menyiapkan dua tipe posko layanan: 76 Posko Kesehatan Biasa dan 25 Posko Kesehatan Rujukan. Seluruh posko telah dilengkapi alur rujukan menuju posko tingkat berikutnya. Untuk rujukan rumah sakit, sejumlah fasilitas kesehatan telah disiagakan, di antaranya:
-
RSUD Ratu Zalecha Martapura
-
RS Pelita Insani
-
RS Al Mansyur Medika
-
RS Husada
-
RSUD Idaman Banjarbaru
Sistem rujukan secara berjenjang ini disusun guna mempercepat penanganan, terutama saat akses transportasi terganggu oleh padatnya jemaah. Dinkes juga memastikan pasokan obat dan alat kesehatan aman, termasuk dari instalasi farmasi kabupaten hingga provinsi, meski kegiatan berlangsung saat hari libur.
Kholdani menegaskan bahwa setiap posko hanya boleh beroperasi jika tiga persyaratan utama telah terpenuhi: tenaga medis tersedia, alat kesehatan lengkap, dan obat-obatan mencukupi.
“Jika salah satu belum lengkap, posko tidak boleh dibuka,” tegasnya.
Evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya turut menjadi dasar perbaikan. Beberapa langkah peningkatan yang dilakukan antara lain memastikan tidak ada jeda petugas saat pergantian shift, optimalisasi komunikasi radio bersama relawan jalur dan komunitas bankom, serta pemerataan distribusi oksigen portable ke seluruh posko.
Selain itu, Dinkes Banjar mengeluarkan imbauan untuk jemaah yang akan hadir:
-
Tidak memaksakan datang apabila dalam kondisi kurang sehat.
-
Menghindari konsumsi makanan yang sudah lama disimpan selama perjalanan.
-
Menggunakan masker karena cuaca tidak stabil.
-
Anak kecil dan lansia disarankan berada di area yang tidak terlalu padat.
-
Mengetahui posisi posko kesehatan terdekat dari titik keberadaan masing-masing.
“Kami siap bergerak cepat begitu ada laporan jemaah yang mengalami keluhan kesehatan,” tutup Kholdani.









