pro1.id, MARTAPURA – Menyusul meningkatnya serangan monyet liar di Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, Pemerintah Kecamatan Aluh-Aluh menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Rabu (3/12/2025). Rapat tersebut digelar untuk merumuskan langkah cepat dan terukur guna mencegah bertambahnya korban.
Camat Aluh-Aluh, Aditya Yudi Dharma, mengatakan rapat menghasilkan kesepakatan pembentukan tim gabungan serta pendirian posko pengawasan di perbatasan dua kecamatan yang menjadi lokasi rangkaian serangan.
“Kami sepakat membentuk tim gabungan dan mendirikan posko di perbatasan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, karena titik serangan berada di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.
Korban Bertambah, Risiko Rabies Diantisipasi
Aditya menyampaikan bahwa data awal mencatat delapan korban, namun jumlah itu kini bertambah. Para korban mengalami luka cakaran hingga gigitan, dan sejumlah di antaranya harus mendapatkan jahitan.
“Karena ada risiko rabies, kami meminta puskesmas menyediakan vaksin serta penanganan medis cepat,” tegasnya.
Serangan terjadi ketika warga tengah beraktivitas di sekitar permukiman, sehingga menimbulkan kecemasan luas. Beberapa warga bahkan berjaga siang dan malam untuk mengantisipasi munculnya monyet liar.
Serangan paling banyak terjadi pada siang hingga sore hari. Namun sejumlah insiden juga dilaporkan pada pagi hari, seperti kasus di Beruntung Baru pada Selasa lalu. Pihak kecamatan belum dapat memastikan penyebab meningkatnya agresivitas hewan yang biasanya hidup di sepanjang bantaran sungai tersebut.
“Selama ini kera tidak pernah menyerang warga. Kami juga belum memastikan apakah pelakunya satu ekor atau lebih. Masih dalam pendalaman,” kata Aditya.
Jebakan Dipasang Jumat, Animal Rescue Turun Tangan
Sebagai langkah konkret, tim gabungan akan memasang jebakan pada Jumat mendatang. Penentuan hari dilakukan berdasarkan ketersediaan petugas berkeahlian khusus.
“Penangkapan harus dilakukan oleh petugas profesional seperti Animal Rescue Banjarmasin. Mereka baru bisa turun pada Jumat, sehingga hari itu kami sepakat sebagai pelaksanaan giat lapangan,” jelasnya.
Posko desa juga akan tetap siaga 24 jam untuk memantau potensi kemunculan kembali hewan liar tersebut.
Jumlah Korban Capai 11 Orang
Hingga hari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat total 11 warga menjadi korban serangan monyet liar, masing-masing lima kasus di Kecamatan Aluh-Aluh dan enam kasus di Beruntung Baru. Data tersebut disampaikan oleh Tim Pengelola Zoonosis Dinkes Banjar.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh BKSDA Kalsel, Animal Rescue Banjarmasin, Dinas Damkar Banjar, Dinas Peternakan Banjar, Dinas Kesehatan Banjar, jajaran Forkopimcam, perwakilan puskesmas, serta pemerintah desa.









