Mutia Salwa, Petarung Muda dari Banjar yang Harumkan Nama Indonesia di Panggung MMA Dunia

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 19:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mutia Salwa Salsabila  saat di ajang kejuaraan dunia Mixed Martial Arts (MMA) Youth di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mewakili Indonesia pada Juli 2025 lalu. Foto Ist

Mutia Salwa Salsabila saat di ajang kejuaraan dunia Mixed Martial Arts (MMA) Youth di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mewakili Indonesia pada Juli 2025 lalu. Foto Ist

pro1.id – Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Mutia Salwa Salsabila telah menorehkan tinta emas dalam dunia olahraga bela diri. Atlet asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini sukses menembus ajang kejuaraan dunia Mixed Martial Arts (MMA) Youth di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mewakili Indonesia pada Juli 2025 lalu.

Perjalanan Mutia di dunia bela diri dimulai sejak kecil, ketika ia mulai berlatih karate di bangku kelas 4 SD. Bakat dan semangatnya menarik perhatian sang pelatih, Sensei Yanto, yang kemudian memperkenalkannya pada dunia MMA—sebuah langkah awal yang akan mengubah arah hidupnya.

“Saat itu saya masih ragu dan tidak yakin dengan diri sendiri. Tapi sensei terus memberi semangat, hingga akhirnya saya berani mencoba,” kenang Mutia.

Debut Mutia dalam kejuaraan MMA dimulai pada 1 Januari 2024, bertepatan dengan lahirnya komunitas The Lion Camp, yang menjadi tempatnya berlatih serius bersama rekan-rekan lain yang juga tertarik pada MMA.

Prestasi Nasional, Hadiah Ulang Tahun Terindah

Kejuaraan pertama yang ia ikuti adalah Kejurprov MMA di Banjarmasin, di mana Mutia meraih juara dua pada kelas stand up fight. Tak puas berhenti di sana, ia melaju ke Kejurnas Surabaya, dan memilih fokus di cabang MMA, yang menurutnya paling sesuai dengan gaya bertarungnya.

Baca Juga :  Tahap Finishing, Puskesmas Pengaron Ditarget Rampung Akhir 2025

Keputusan itu terbukti tepat. Mutia berhasil meraih medali emas pada kelas MMA, bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 13 Mei.

“Rasanya luar biasa, hadiah ulang tahun paling berkesan sepanjang hidup saya,” ungkapnya.

Wakili Indonesia di Abu Dhabi

Kemenangan tersebut membawa Mutia ke panggung internasional. Ia terpilih menjadi salah satu dari dua atlet asal Kalimantan Selatan yang membela merah putih di World Youth MMA Championships di Abu Dhabi, yang digelar pada 20–27 Juli 2025.

Sebelum berangkat, Mutia mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di ASTA Gym, Sentul – Bogor, dilatih langsung oleh pelatih nasional Suwardi. Di kejuaraan dunia, Mutia menghadapi lawan-lawan tangguh dari Hungaria, Serbia, dan Ukraina. Meski belum berhasil membawa pulang kemenangan, pengalaman itu menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

“Lawan-lawan saya sudah berlatih sejak 2021, sementara saya baru mulai tahun ini. Tapi justru dari kekalahan itu, saya banyak belajar dan makin termotivasi,” katanya.

Terima Kasih dan Harapan Besar ke Depan

Mutia mengucapkan terima kasih kepada para pelatih dan semua pihak yang telah mendukung perjalanannya, termasuk Sensei Yanto, Coach Habibi, Coach Bakhti, dan Ketua Umum MMA Kalsel, Okta yang memperjuangkan keberangkatannya ke Abu Dhabi.

“Tanpa mereka, saya tidak akan bisa sampai sejauh ini,” ujarnya penuh rasa syukur.

Kini, Mutia melihat kekalahan di Abu Dhabi bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal dari perjalanan panjang yang baru. Dengan semangat juang dan tekad kuat, ia terus berlatih untuk mengejar prestasi lebih tinggi.

Keberhasilan Mutia menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk menembus panggung dunia. Ia telah menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Banjar, dan menjadi simbol bahwa mimpi besar bisa dicapai dengan kerja keras, dukungan, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman.

 

Berita Terkait

Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai
Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga
Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala
Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas
FAJI Kalsel Gelar Musprov III, Bandi Chairullah Kembali Pimpin Periode 2026–2030
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Situasi Timur Tengah Memanas, Dewan Pendidikan Banjar Soroti Keselamatan Mahasiswa di Mesir dan Yaman
Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:34 WITA

Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WITA

Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala

Jumat, 10 April 2026 - 14:41 WITA

Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas

Senin, 30 Maret 2026 - 14:56 WITA

FAJI Kalsel Gelar Musprov III, Bandi Chairullah Kembali Pimpin Periode 2026–2030

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:51 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Berita Terbaru

Foto : Diskominfo Kotabaru

Kabupaten Kotabaru

RSUD PJS Kotabaru Gelar Forum Publik, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:06 WITA