Puluhan Siswa di Martapura Diduga Alami Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi di Sekolah

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA –  Kepanikan sempat terjadi di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ratu Zaleha Martapura pada Kamis (9/10/2025), menyusul laporan adanya puluhan siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah.

Setidaknya 33 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari tingkat SD hingga SMA/MA — dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, nyeri perut, dan tubuh terasa lemas usai mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program MBG.

Para siswa segera dilarikan ke rumah sakit oleh relawan menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Salah satu orang tua siswa, Nasar, mengaku tidak menyangka anaknya menjadi salah satu korban.

“Anak saya mengeluh lemas, sakit perut, dan muntah. Selama ini tidak pernah ada masalah dengan makanan gratis dari sekolah,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang dibawa ke rumah sakit terus bertambah. Banyak orang tua lainnya tampak berdatangan ke RSUD Ratu Zaleha dengan anak-anak mereka yang menunjukkan gejala serupa.

Baca Juga :  20 Lansia Banjar Diwisuda, Program Sekolah Lansia Cetak Generasi Tua yang SMART

Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya, bersama Penjabat Sekda Banjar, turut meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat. Ia menyampaikan bahwa hingga sore hari, tercatat 33 siswa mengalami gangguan kesehatan. Tiga di antaranya telah dipulangkan karena kondisi membaik.

Ia menjelaskan, para siswa tersebut berasal dari beberapa sekolah, di antaranya MAN Assalam, MTs Assalam, MI Assalam, SD Muhammadiyah, dan SDN Pesayangan 1 Martapura.

Sebagai langkah awal, tim gabungan dari Kodim dan Pemkab Banjar telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut. Makanan tersebut berasal dari dapur penyedia SPPG Tungkaran, dengan menu yang terdiri dari ayam dan sayur.

Letkol Bambang juga memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Pemkab Banjar melalui Pj Sekda telah menyatakan bahwa semua biaya perawatan akan dicover sepenuhnya. Selain RSUD Ratu Zaleha, kami juga menyiagakan fasilitas kesehatan lain seperti RS Pelita Insani dan dua puskesmas jika ada lonjakan pasien,” tuturnya.

Baca Juga :  Penutupan HKN ke-61 di Banjar, Dinas Kesehatan Ajak Pegawai dan Kader Rayakan Kebersamaan

Pihaknya juga menyampaikan komitmen untuk mengevaluasi keseluruhan pelaksanaan program MBG, termasuk aspek higienitas dan tata kelola dapur penyedia.

“Program ini sangat baik, namun tidak boleh ada kelalaian dalam pelaksanaannya. Kami sudah minta semua pihak yang terlibat agar lebih ketat dalam pengawasan proses pengolahan makanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letkol Bambang menyatakan bahwa apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian, baik secara administratif maupun pidana, maka tindakan tegas akan diambil.

“Kalau ditemukan unsur pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga transparansi dan kualitas program Makan Bergizi Gratis, agar dapat terus berjalan sesuai tujuannya dalam mendukung kesehatan dan kecerdasan generasi muda.

“MBG adalah program strategis pemerintah untuk masa depan anak-anak kita. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya tidak hilang karena kesalahan teknis,” pungkasnya.

Berita Terkait

BPBD Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Sipai
BPBD Banjar Siagakan 130 Tandon Air dan Armada Distribusi Hadapi Puncak Kemarau
Warga Tanjung Rema Darat Khawatir Pohon Besar di Depan SDN Membahayakan Pengguna Jalan
Banyak Speed Bump Rusak di Kabupaten Banjar, Dishub Tunggu Ketersediaan Anggaran untuk Penggantian
Kapolda Kalsel Ground Breaking Sumur Bor di Desa Limamar, Solusi Kebutuhan Air Bersih Warga
Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api
PUPRP Banjar Tinggikan Jalan Keramat untuk Atasi Genangan Banjir, Target Rampung September 2026

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:37 WITA

BPBD Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Sipai

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:29 WITA

BPBD Banjar Siagakan 130 Tandon Air dan Armada Distribusi Hadapi Puncak Kemarau

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:55 WITA

Warga Tanjung Rema Darat Khawatir Pohon Besar di Depan SDN Membahayakan Pengguna Jalan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:34 WITA

Banyak Speed Bump Rusak di Kabupaten Banjar, Dishub Tunggu Ketersediaan Anggaran untuk Penggantian

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kapolda Kalsel Ground Breaking Sumur Bor di Desa Limamar, Solusi Kebutuhan Air Bersih Warga

Berita Terbaru

Kabupaten Barito Kuala

Hadapi Musim Kemarau, Perusahaan Perkebunan Perkuat Kesiapan Cegah Karhutla

Kamis, 18 Jun 2026 - 15:20 WITA

Kabupaten Banjar

BPBD Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Sipai

Kamis, 18 Jun 2026 - 11:37 WITA