Dari Sampah Menjadi Energi: 33,8 Juta Ton Limbah Kota Disiapkan Jadi Sumber Listrik Hijau

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 11:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : ILUSTRASI PIXBAY

FOTO : ILUSTRASI PIXBAY

pro1.id, JAKARTA – Persoalan sampah perkotaan masih menjadi momok besar di Indonesia. Timbunan limbah yang semakin menggunung bukan hanya memicu pencemaran, tetapi juga mengganggu kualitas hidup masyarakat. Namun, di sisi lain, sampah juga menyimpan potensi luar biasa sebagai sumber energi terbarukan jika dikelola secara tepat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan, jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 33,8 juta ton. Dari total itu, 20,2 juta ton (59,9%) berhasil dikelola, sedangkan 13,6 juta ton (40,1%) masih tercecer tanpa penanganan yang layak. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serius, mulai dari polusi udara, bau menyengat, hingga risiko kesehatan.

“Sampah menjadi permasalahan utama di hampir semua kota di Indonesia. Kalau dibiarkan, akan menimbulkan dampak buruk. Tapi jika dikelola, sampah justru bisa memberi manfaat besar, termasuk menjadi sumber energi baru,” ujarnya dalam acara Green Energy Summit 2025 di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga :  Jemaah Momen 5 Rajab 1447 H Tembus 4,9 Juta di Sekumpul

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga keuntungan besar dari pengelolaan sampah yang optimal: kualitas lingkungan lebih terjaga, emisi berkurang sehingga membantu mitigasi perubahan iklim, dan kawasan perkotaan menjadi lebih bersih serta nyaman ditinggali. Tidak kalah penting, sampah yang diolah dapat diubah menjadi pasokan energi hijau untuk masyarakat.

Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan regulasi guna mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Salah satunya melalui pengembangan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau yang populer disebut Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Tahapannya kami susun mulai dari tingkat undang-undang, turun ke Peraturan Pemerintah, hingga aturan teknis di level menteri. Semua diarahkan agar implementasi energi baru terbarukan benar-benar bisa berjalan di lapangan,” papar Yuliot.

WtE atau PLTSa dipandang sebagai solusi strategis. Teknologi ini mampu mengonversi tumpukan sampah menjadi energi listrik, sehingga bukan hanya menekan volume limbah, tapi juga mendukung penyediaan energi bersih. Jika berhasil dijalankan, konsep ini akan menjadi bagian penting dalam program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan dan kemandirian energi nasional.

Baca Juga :  Limbah Program Makan Bergizi Jadi Peluang Bisnis Ramah Lingkungan bagi Pemuda Lumajang

Lebih jauh, pemanfaatan sampah sebagai sumber listrik juga bisa membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, kehadiran PLTSa akan membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau serta menciptakan lapangan kerja di bidang pengelolaan limbah modern.

Dengan potensi 33,8 juta ton sampah per tahun, Indonesia sebenarnya memiliki bahan baku melimpah untuk mengembangkan PLTSa di berbagai kota besar. Tantangan utamanya kini terletak pada sinergi pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur serta memastikan keberlanjutan program.

Jika semua berjalan sesuai rencana, tumpukan sampah yang selama ini dianggap masalah justru bisa bertransformasi menjadi berkah, menghadirkan energi bersih untuk masyarakat sekaligus lingkungan kota yang lebih sehat dan layak huni.

Berita Terkait

Mahasiswa THP FPIK ULM Ikuti Praktik Lapang, Kenali Langsung Industri Pengolahan Perikanan
Jemaah Momen 5 Rajab 1447 H Tembus 4,9 Juta di Sekumpul
Diskominfostaper Paser Dorong Desa Tersambung Internet untuk Layanan dan Ekonomi Lebih Maju
Tinjauan Langsung Kapolda Kalsel dan Wali Kota Banjarbaru: Menakar Mutu dan Gizi di Balik Program Makanan Gratis Sekolah
Pemkot Samarinda Siap Kembangkan Energi Listrik dari Sampah, Gandeng Investor Asing
Pemerintah Kota Banjarbaru Berikan Bantuan Insentif untuk Petugas Pemakaman
Pemkot Banjarbaru Paparkan Hasil Program 100 Hari Kerja
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:17 WITA

Mahasiswa THP FPIK ULM Ikuti Praktik Lapang, Kenali Langsung Industri Pengolahan Perikanan

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:24 WITA

Jemaah Momen 5 Rajab 1447 H Tembus 4,9 Juta di Sekumpul

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:00 WITA

Diskominfostaper Paser Dorong Desa Tersambung Internet untuk Layanan dan Ekonomi Lebih Maju

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:33 WITA

Tinjauan Langsung Kapolda Kalsel dan Wali Kota Banjarbaru: Menakar Mutu dan Gizi di Balik Program Makanan Gratis Sekolah

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:12 WITA

Pemkot Samarinda Siap Kembangkan Energi Listrik dari Sampah, Gandeng Investor Asing

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:56 WITA