DKPP Banjar Siapkan Mitigasi Terkait Dugaan Munculnya Ikan Mirip Lohan di Waduk Riam Kanan

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah

Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah

pro1.id, MARTAPURA – Masyarakat sekitar Waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, melaporkan temuan ikan yang diduga menyerupai jenis lohan di wilayah perairan setempat. Warga khawatir kemunculan ikan tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak pada usaha pembudidayaan ikan lokal.

Laporan ini disampaikan warga dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan (Sosper) yang digelar oleh Anggota Komisi II DPRD Banjar, M Ali Syahbana, di Desa Liang Toman RT 02, Tiwingan Lama, pada Kamis (6/11/2025).

Salah satu warga, Ali, mengungkapkan bahwa ikan yang diduga mirip lohan terlihat cukup banyak di Waduk Riam Kanan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, ikan tersebut berpotensi menyingkirkan spesies lokal seperti nila dan sepat.

“Kami khawatir ikan lohan ini bisa berkembang biak dan mengganggu keseimbangan ekosistem waduk. Pembudidaya juga takut ikan lokal kalah bersaing,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi tersebut usai kegiatan sosialisasi.

“Kami belum bisa memastikan kebenarannya karena masih perlu pemeriksaan langsung di lapangan,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Bandi menjelaskan, ikan yang dimaksud kemungkinan bukan lohan murni, melainkan hasil persilangan antarjenis, misalnya nila, yang memiliki kemiripan bentuk dengan lohan.

“Bisa jadi ikan tersebut merupakan hasil kawin silang. Bentuknya mirip lohan, tapi secara genetik berbeda. Lohan asli justru sulit berkembang di alam liar,” tambahnya.

Ia menuturkan, meskipun lohan dikenal sebagai spesies yang agresif dan invasif, keturunan hasil silang biasanya tidak subur, sehingga kemungkinan penyebarannya di alam relatif kecil.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan Festival Budaya Banjar, Sajikan Seni Tradisional Unggulan

Meski begitu, DKPP Banjar berencana menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan langsung serta mengambil sampel ikan dari tangkapan warga.

“Kami akan melakukan pemantauan lapangan dan mengidentifikasi sampel yang ditemukan,” kata Bandi.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba membesarkan atau melepaskan ikan jenis lohan ke waduk, karena dapat mengganggu populasi ikan lokal.

“Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat tidak membudidayakan ikan non-lokal tanpa izin,” ujarnya.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya spesies baru, DKPP Banjar akan bekerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk melakukan kajian ilmiah, serta mempertimbangkan pemanfaatannya sebagai ikan hias karena corak dan bentuknya yang menarik.

Baca Juga :  Gala Premier “Saru 2: Janji Sarikaya”, Media Kreatif Pemkab Banjar Promosikan Wisata Daerah

Sebagai langkah antisipatif, DKPP Banjar telah menyiapkan lima strategi mitigasi, yaitu:

  1. Melakukan pemantauan rutin terhadap populasi ikan di waduk.

  2. Menangkap secara selektif ikan yang diduga non-lokal untuk identifikasi.

  3. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta kelompok pembudidaya.

  4. Menggandeng akademisi, balai riset, dan pemerintah daerah untuk penelitian bersama.

  5. Memanfaatkan hasil tangkapan untuk kepentingan riset dan pengawasan ekosistem.

“Kami mengapresiasi laporan masyarakat. DKPP Banjar akan menindaklanjutinya agar ekosistem Waduk Riam Kanan tetap terjaga dari spesies asing,” tutup Bandi.

Berita Terkait

Kapolda Kalsel Ground Breaking Sumur Bor di Desa Limamar, Solusi Kebutuhan Air Bersih Warga
Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api
PUPRP Banjar Tinggikan Jalan Keramat untuk Atasi Genangan Banjir, Target Rampung September 2026
Antusias Ribuan Santri Warnai Pawai Muharam 1448 Hijriah, Ketua DPRD Banjar Apresiasi Semangat Generasi Muda
Ribuan Santri Meriahkan Pawai Muharam 1448 Hijriah di Martapura, Wabup Banjar Ajak Generasi Qurani Perkuat Karakter
Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance
Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kapolda Kalsel Ground Breaking Sumur Bor di Desa Limamar, Solusi Kebutuhan Air Bersih Warga

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:55 WITA

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:16 WITA

PUPRP Banjar Tinggikan Jalan Keramat untuk Atasi Genangan Banjir, Target Rampung September 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:24 WITA

Antusias Ribuan Santri Warnai Pawai Muharam 1448 Hijriah, Ketua DPRD Banjar Apresiasi Semangat Generasi Muda

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:39 WITA

Ribuan Santri Meriahkan Pawai Muharam 1448 Hijriah di Martapura, Wabup Banjar Ajak Generasi Qurani Perkuat Karakter

Berita Terbaru

Kota Banjarbaru

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:41 WITA

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA