pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali memanfaatkan karya kreatif sebagai sarana promosi daerah dengan menggelar gala premier film “Saru 2: Janji Sarikaya” di Cinapolis Q Mall Banjarbaru, Sabtu (20/12/2025).
Film produksi daerah tersebut menampilkan keindahan alam Kabupaten Banjar yang dipadukan dengan cerita sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Alur kisahnya mengangkat perjuangan seorang anak yang menanti kepulangan sang ayah yang merantau, hingga dihadapkan pada kenyataan pahit kehilangan ibunya. Dari cerita itu, tersampaikan pesan tentang keteguhan hidup, bakti kepada orang tua, serta semangat untuk bangkit dan meraih masa depan.
Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, mengapresiasi lahirnya karya perfilman lokal yang dinilai mampu menjadi media promosi pariwisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Melalui film ini, penonton tidak hanya disuguhkan keindahan destinasi wisata, tetapi juga gambaran budaya, kehidupan sosial, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri kreatif, termasuk perfilman, sebagai bagian dari strategi pembangunan dan promosi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, menilai film merupakan media promosi yang efektif karena mampu menjangkau berbagai kalangan.
“Media visual seperti film sangat diminati masyarakat. Dengan pengemasan cerita yang menarik dan visual yang kuat, promosi pariwisata dapat tersampaikan secara lebih luas,” jelasnya.
Irwan menyampaikan, “Saru 2: Janji Sarikaya” merupakan film kedua yang diproduksi oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Proses produksinya dilakukan dengan anggaran APBD sekitar Rp200 juta, di tengah keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Kami menyadari keterbatasan dana, sehingga lokasi dan tim produksi disesuaikan. Beberapa kru bahkan merangkap tugas. Namun dengan segala keterbatasan itu, kami tetap berupaya menghasilkan karya terbaik,” ungkapnya.
Melalui penayangan film ini, Pemkab Banjar berharap perfilman lokal dapat terus berkembang sekaligus menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.









