Kasus HIV di Kabupaten Banjar Peringkat Tiga, Legislator Minta Edukasi Publik Diperkuat Tanpa Menumbuhkan Stigma

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:25 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Data kasus HIV di Kalsel

Data kasus HIV di Kalsel

pro1.id, MARTAPURA – Jumlah temuan infeksi HIV baru di Kabupaten Banjar pada tahun 2025 kembali menunjukkan angka yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan laporan terbaru Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat 66 kasus baru, menempatkan Banjar sebagai wilayah dengan temuan terbanyak ketiga setelah Banjarmasin dan Banjarbaru.

Peningkatan ini langsung ditanggapi Anggota DPRD Kabupaten Banjar, M. Ali Syahbana, yang menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai HIV, bukan memperkuat stigma yang selama ini membayangi para penyintas.

“Masalah utama kita adalah kurangnya pengetahuan. Masih banyak mitos yang dipercaya, sehingga orang dengan HIV justru dipandang negatif,” ujar Ali pada Kamis (11/12/2025).

Menurutnya, ketidaktahuan tentang cara penularan HIV sering menyebabkan ODHA mengalami perlakuan diskriminatif, baik di lingkungan sosial maupun di tempat kerja. Ia menegaskan bahwa HIV tidak dapat menular melalui aktivitas sehari-hari seperti bersalaman, makan bersama, atau tinggal berdekatan.

Baca Juga :  Perempuan di Astambul Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Duga Akibat Gantung Diri

“Mengucilkan mereka tidak beralasan. Yang mereka butuhkan adalah dukungan,” jelasnya.

Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama di Banjar, Ali juga mengingatkan bahwa ajaran Islam menekankan pentingnya sikap empati dan perlindungan terhadap sesama. Memberikan label negatif kepada penyintas, kata dia, justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama.

Ia menambahkan, sikap diskriminatif justru memperburuk situasi karena membuat masyarakat enggan memeriksakan diri atau mengakses pengobatan antiretroviral (ARV).

“Selama masih ada rasa takut datang ke fasilitas kesehatan, rantai penularan tidak akan berhenti,” katanya.

Ali mendorong pemerintah daerah untuk memperluas pendekatan ke kelompok berisiko dengan tetap menjaga prinsip kerahasiaan dan pendekatan yang humanis. Ia juga menilai penting adanya aturan daerah yang mendukung layanan ramah ODHA, dukungan anggaran pemeriksaan, serta kebijakan anti-diskriminasi di sektor publik.

Baca Juga :  Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogram Sabu dan 556 Butir Ekstasi, 39 Tersangka Diamankan dari 26 Kasus

Tenaga kesehatan, lanjutnya, perlu dibekali pelatihan khusus agar mampu berkomunikasi tanpa menghakimi pasien.

Ia juga mengajak para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama dalam menekan peningkatan kasus HIV di Kabupaten Banjar.

“Ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi isu kemanusiaan. Semua punya peran untuk memberikan edukasi yang benar,” tutupnya.

Dari data yang sama, Banjarmasin mencatat 219 kasus baru, Banjarbaru 75 kasus, Hulu Sungai Tengah 49, serta Tanah Bumbu 48 kasus. Total temuan HIV baru di Kalimantan Selatan sepanjang 2025 mencapai 632 kasus, dengan wilayah berpenduduk padat menjadi penyumbang terbesar.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA