Kemenkes Kerahkan Ratusan Tenaga Kesehatan untuk Perkuat Layanan di Wilayah Bencana Aceh

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes kerahkan tim kesehatan (Foto: Infopublik)

Kemenkes kerahkan tim kesehatan (Foto: Infopublik)

pro1.id, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) kembali mengirimkan ratusan relawan tenaga kesehatan untuk mendukung penanganan dampak bencana di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Aceh.

Pelepasan relawan dipimpin langsung oleh Dirjen SDMK Kemenkes RI, Yuli Farianti, pada Sabtu (20/1/2025). Para relawan yang diberangkatkan berasal dari berbagai latar belakang profesi kesehatan dan secara sukarela menyatakan kesiapan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Yuli menjelaskan bahwa Aceh menjadi prioritas utama penugasan karena mengalami dampak paling signifikan. Setelah itu, relawan akan dialihkan ke wilayah lain seperti Kabupaten Agam di Sumatra Barat serta beberapa daerah di Sumatra Utara.

“Kami mengatur penempatan relawan secara terkoordinasi agar distribusi tenaga kesehatan merata dan tidak terjadi ketimpangan layanan di lapangan,” ujar Yuli.

Pada tahap ini, sebanyak 126 relawan dikirim ke daerah dengan tingkat akses sulit, antara lain Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk wilayah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sebelumnya, sebanyak 70 relawan telah lebih dahulu bertugas di Aceh dan Medan.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap, Kuota Rumah Ditambah Jadi 350 Ribu Unit

Kemenkes juga merencanakan pengiriman lanjutan sebanyak 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan pada tahap selanjutnya. Dengan demikian, total relawan yang diterjunkan hingga 22 Desember 2025 diperkirakan mencapai sekitar 600 orang.

Menurut Yuli, tim yang dikerahkan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat. Oleh karena itu, Kemenkes turut melibatkan psikolog klinis dan psikiater untuk mendukung layanan trauma healing bagi para penyintas bencana.

Adapun relawan yang ditugaskan terdiri dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, saraf, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga tenaga kesehatan jiwa.

Para relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, serta posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Penugasan ini menjadi wujud semangat kolaborasi dan kepedulian kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga :  Ratusan Warga Terdampak Banjir Segera Dipindahkan ke Hunian Sementara di Koto Tangah

Sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke daerah terdampak. Namun, pada tahap awal pengiriman masih dilakukan secara mandiri oleh masing-masing fasilitas kesehatan. Kini, melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan dilakukan lebih terencana agar seluruh wilayah terdampak memperoleh pelayanan yang optimal.

Salah satu relawan, dr. Chani Sinaro Putra, dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, menyampaikan bahwa tim telah melakukan persiapan menyeluruh sebelum keberangkatan.

“Kami mempersiapkan diri secara fisik dan mental, termasuk mempelajari kondisi medan serta potensi kasus kesehatan yang mungkin ditemui. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun rekan tenaga kesehatan yang sudah lebih dulu bertugas,” katanya.

Relawan berasal dari berbagai rumah sakit, baik milik pemerintah pusat, daerah, maupun swasta, di antaranya RSUP Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Persahabatan, RSJ Marzoeki Mahdi, RS Cicendo, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Hermina. (Sumber : Infopublik)

Berita Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok
Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran, Rekrutmen Peserta Didik Lewat Verifikasi Berlapis
Prabowo Subianto Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat, Pendidikan Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas
Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir Kalsel, Pastikan Negara Hadir untuk Warga Terdampak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:26 WITA

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:09 WITA

Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:02 WITA

Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:46 WITA

Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:18 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA