Ratusan Warga Terdampak Banjir Segera Dipindahkan ke Hunian Sementara di Koto Tangah

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Infopublik)

(Foto : Infopublik)

Pemerintah Kota Padang mulai mempercepat pemulihan pascabencana dengan menyiapkan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang pekan lalu. Salah satu lokasi yang sedang dipersiapkan adalah Rumah Khusus (Rusus) di wilayah Koto Tangah, yang kini tengah dibersihkan dan ditata ulang.

Kepala UPTD Rusunawa, Angga Liberdo, menjelaskan bahwa langkah penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota.

“Kami fokus merapikan dan mempersiapkan Rusus di Koto Tangah agar bisa segera dimanfaatkan,” katanya, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  Ratusan Siswa di Martapura Diduga Sakit Usai Konsumsi Makanan Program MBG, Satgas Jelaskan Temuan Awal

Kompleks hunian yang berada di belakang Kantor Camat Koto Tangah tak jauh dari Sentra Rendang memiliki 80 unit rumah. Tiap unit dilengkapi dua kamar tidur serta perabot dasar seperti tempat tidur, meja makan, dan kursi tamu. Satu unit dapat dihuni satu keluarga dengan jumlah anggota maksimal enam orang.

Proses pembersihan dilakukan secara intensif sejak Selasa (3/12). Bangunan tersebut sudah lama tidak berpenghuni, sehingga memerlukan perawatan menyeluruh sebelum bisa ditempati pengungsi.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polda Kalsel Lakukan Sidak di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Pastikan Harga dan Stok Bapokting Stabil

Sementara itu, akses air PDAM masih belum aktif di seluruh unit akibat tunggakan sejak masa pandemi. Pemerintah kota memastikan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam penyiapan hunian.

“Air bersih sedang kami upayakan agar segera kembali mengalir. Jika tidak ada hambatan, hunian ini bisa mulai ditempati dalam waktu sekitar satu minggu,” ujar Angga. (Sumber : Infopublik)

Berita Terkait

Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai
Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala
Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok
Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WITA

Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala

Jumat, 10 April 2026 - 14:41 WITA

Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:51 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:26 WITA

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:09 WITA

Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok

Berita Terbaru

Foto : Diskominfo Kotabaru

Kabupaten Kotabaru

RSUD PJS Kotabaru Gelar Forum Publik, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:06 WITA