pro1.id, BANJARBARU – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, angkat bicara terkait aksi walk out yang dilakukan sejumlah cabang olahraga (cabor) dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot), Sabtu (28/03/2026).



Menurutnya, sikap yang diambil oleh beberapa cabor tersebut merupakan hak masing-masing, namun tidak memengaruhi jalannya forum maupun keabsahan hasil musyawarah yang telah dilaksanakan.
“Itu adalah hak mereka untuk menyampaikan sikap. Tapi Musorkot tetap berjalan dan keputusan yang dihasilkan harus dihormati bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh tahapan Musorkot telah dilaksanakan mengacu pada aturan organisasi, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta hasil rapat koordinasi sebelumnya yang telah disepakati bersama.


“Pelaksanaan Musorkot ini sudah melalui mekanisme yang berlaku. Jadwal dan prosesnya juga telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama pengurus dan cabang olahraga,” jelasnya.

Menanggapi adanya kritik terkait dugaan cacat hukum, Gusti Rizky memastikan bahwa secara legalitas, forum tersebut tetap sah. Ia mengakui adanya kekurangan administratif, namun hal tersebut tidak mengurangi legitimasi kegiatan.


“Kalau ada kekurangan administratif, itu kami akui. Tapi secara legal standing, panitia dan seluruh proses tetap sah. Apalagi peserta hadir dengan mandat resmi dari masing-masing cabor,” tegasnya.

Ia juga menilai kehadiran unsur pemerintah daerah dan perwakilan KONI Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu indikator bahwa pelaksanaan Musorkot memiliki legitimasi yang kuat.
“Dengan adanya perwakilan pemerintah daerah dan KONI provinsi, itu menunjukkan bahwa kegiatan ini diakui dan berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Terkait isu adanya calon tunggal, ia membantah adanya pengkondisian. Menurutnya, dukungan yang diterimanya berasal dari kepercayaan mayoritas cabang olahraga.
“Dukungan dari puluhan cabor itu murni kepercayaan. Bukan sesuatu yang dikondisikan,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan agar dinamika yang terjadi tidak berdampak pada pembinaan atlet dan agenda olahraga ke depan, mengingat sejumlah kejuaraan sudah menanti.
“Kami berharap situasi tetap kondusif. Jangan sampai polemik ini mengganggu pembinaan atlet, apalagi kita akan menghadapi agenda kejuaraan ke depan,” tuturnya.
Gusti Rizky juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin menempuh langkah lanjutan, selama tidak mengganggu jalannya aktivitas olahraga di Banjarbaru.
“Silakan jika ingin menempuh jalur lain, itu hak mereka. Tapi mari kita tetap menjaga agar pembinaan olahraga tetap berjalan,” tambahnya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola organisasi, termasuk dalam hal transparansi dan pengelolaan anggaran, dengan melibatkan pengawasan dari pihak terkait.
“Kami ingin ke depan tata kelola organisasi semakin baik dan transparan, sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara maksimal,” tutupnya.










