pro1.id, MARTAPURA — Upaya menjaga denyut budaya Banjar kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui penyelenggaraan Festival Bacatuk Dauh Tahun 2026. Agenda kebudayaan ini digelar selama dua hari di kawasan RTH Ratu Zalecha, Martapura, Selasa–Rabu (10–11/2/2026).

Festival yang menjadi ruang ekspresi tradisi religius masyarakat Banjar ini diikuti 21 grup peserta dari berbagai wilayah. Seluruh peserta menjalani tahapan penilaian untuk menentukan sembilan penampil terbaik yang akan melangkah ke babak puncak.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhammad Syahid, menuturkan Festival Bacatuk Dauh merupakan bagian dari komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
“Bacatuk Dauh tidak hanya bernilai seni, tetapi juga sarat pesan religius. Karena itu, kegiatan ini terus kami dorong agar tetap lestari dan dikenal lintas generasi,” kata Syahid.
Ia menjelaskan, festival ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak 2018 dan menjadikan Kabupaten Banjar sebagai daerah perintis pelaksanaan Bacatuk Dauh di Kalimantan Selatan. Seiring waktu, konsep festival ini turut menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah peserta memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun menurut Syahid, kondisi tersebut tidak memengaruhi mutu penampilan yang ditampilkan para peserta.
“Beberapa kelompok sedang dalam tahap peremajaan, tapi kualitas peserta yang tampil tetap terjaga,” ujarnya.
Sembilan finalis hasil seleksi akan kembali tampil pada malam final yang pelaksanaannya direncanakan bertepatan dengan momentum Ramadan. Panitia masih menunggu penetapan jadwal dari pimpinan daerah, dengan opsi pertengahan Ramadan atau malam ke-21.

Pada malam puncak tersebut, para finalis akan memperebutkan sejumlah penghargaan utama dan khusus. Kategori Juara Terbaik I, II, dan III disiapkan dengan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp13 juta, Rp10 juta, dan Rp8 juta. Sementara Juara Harapan I, II, dan III memperoleh Rp7 juta, Rp6 juta, dan Rp5 juta.
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada penampil Terfavorit, Pelestari, dan Busana Terbaik, yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp4 juta, serta piala dan piagam penghargaan.









