Pasca Banjir di Sejumlah Wilayah, Dinkes Banjar Fokus Cegah Penyakit dan Waspadai Leptospirosis

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:39 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus meningkatkan kesiapsiagaan menangani risiko kesehatan pasca banjir, termasuk penyakit yang sering muncul setelah genangan air surut, seperti diare, demam, ISPA, penyakit kulit, hingga leptospirosis.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Dr. H. Noripansyah, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang masih kotor pasca banjir, termasuk genangan air yang bercampur tanah dan limbah, menjadi sumber utama penyakit.

“Kalau pembersihan rumah dan lingkungan tidak segera dilakukan, risiko penyakit pasti meningkat karena air dan sumber bersih bisa terkontaminasi,” ujarnya di Martapura, Selasa (20/01/2026).

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama adalah leptospirosis, atau kerap disebut penyakit kencing tikus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Penularan biasanya terjadi lewat luka di kulit atau paparan langsung dengan air kotor.

Baca Juga :  Papuyu Smart Diluncurkan, Pemkab Banjar Dorong Budidaya Papuyu dari Hulu hingga Hilir

Gejalanya bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga komplikasi serius jika tidak ditangani.

Noripansyah menegaskan, hingga kini belum ada kasus leptospirosis yang dikonfirmasi di Banjar.

“Fokus kami saat ini adalah pencegahan. Masyarakat disarankan menjaga kebersihan, memakai alas kaki saat berada di genangan, dan segera membersihkan rumah setelah banjir,” jelasnya.

Selain leptospirosis, Dinkes Banjar juga memantau penyakit lain yang kerap muncul pasca banjir, seperti diare, demam tifoid, ISPA, dan masalah kulit. Untuk itu, tim Puskesmas, bidan desa, dan tenaga kesehatan di lapangan tetap siaga.

Baca Juga :  Nanang Galuh 2025 : Ariq Qobus dan Nur Kemala Hayati Menjadi Ikon Budaya Baru Kalimantan Selatan

UPTD Puskesmas di tiap kecamatan berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, termasuk posko banjir yang tetap aktif memberikan pengobatan dan penanganan awal bagi masyarakat.

Noripansyah menekankan, warga yang mengalami gejala penyakit pasca banjir segera melapor ke posko Puskesmas terdekat.

“Kami terus siaga, terutama di 10 kecamatan terdampak. Meski masa tanggap darurat beralih ke pemulihan, kesiapsiagaan kesehatan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA