Ratusan Siswa di Martapura Diduga Sakit Usai Konsumsi Makanan Program MBG, Satgas Jelaskan Temuan Awal

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Insiden dugaan keracunan makanan massal kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Banjar. Sebanyak 134 siswa dari delapan sekolah dilaporkan mengalami gejala sakit setelah menyantap makanan yang disediakan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (9/10/2025).

Program tersebut dikelola oleh SPPG Tungkaran, yang selama ini menjadi salah satu dapur penyedia makanan bagi ribuan pelajar penerima manfaat MBG di wilayah Martapura.

Menurut laporan yang dihimpun, para siswa dari sejumlah sekolah Islam dan negeri, termasuk MI dan MTs Assalam, SDN Pesayanga 1, SDN Tungkaran, serta SMAN 1 Martapura, mulai mengeluh mual dan muntah beberapa jam setelah jam makan siang. Mereka kemudian mendapatkan perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Sekretaris Satgas Program Percepatan MBG Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis.

“Total ada sekitar 134 anak yang sempat mengalami gejala, namun semuanya sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.

Kandungan Nitrat di Dua Jenis Makanan

Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menunjukkan adanya kandungan nitrat pada dua menu makanan, yakni nasi dan sayur. Unsur kimia tersebut, jika dikonsumsi dalam kadar tinggi, dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.

“Dugaan awal kami, ada kemungkinan kontaminasi terjadi di tahap distribusi, bukan saat proses memasak di dapur,” kata Sipliansyah menjelaskan.

Dapur Ditutup untuk Investigasi

Paska kejadian, dapur produksi milik Yayasan Griya Rizki Babussalam yang biasa melayani sekitar 2.400 penerima MBG sementara dihentikan operasinya. Langkah itu diambil untuk memberi ruang bagi tim gabungan dari BPOM, Dinas Kesehatan, dan pihak berwenang lainnya melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Karang Intan Pererat Hubungan dengan Media Lewat Coffee Morning

Berdasarkan keterangan Satgas, makanan mulai diolah sejak dini hari dan didistribusikan ke sekolah-sekolah antara pukul 07.00 hingga 12.00 WITA. Sekitar dua jam kemudian, muncul laporan pertama mengenai perubahan aroma pada menu yang dibagikan, disusul keluhan mual dari sejumlah siswa.

Klarifikasi dan Evaluasi Program

Menepis anggapan kelalaian, Sipliansyah menegaskan bahwa peristiwa tersebut lebih tepat disebut musibah.

“Tidak semua makanan dan penerima terdampak. Berdasarkan hasil uji, hanya sebagian kecil yang menunjukkan tanda kontaminasi,” jelasnya.

Untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap program MBG, pihak Satgas berencana melakukan uji coba makan bersama siswa di beberapa sekolah. Langkah ini sekaligus menjadi simbol transparansi dan komitmen memperketat pengawasan.

“Kami akan menunjuk petugas khusus untuk mencicipi makanan sebelum didistribusikan, menggantikan peran guru seperti sebelumnya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung, serta menginstruksikan evaluasi total terhadap seluruh dapur MBG — mulai dari kebersihan peralatan, kualitas bahan baku, hingga rantai distribusi.

Baca Juga :  Persemar Juara Liga 4, Tundukkan Barabai FC 2-1 di Final

Selain itu, Satgas MBG juga berkoordinasi dengan BGN Pusat untuk menentukan langkah penegakan sanksi terhadap pihak pengelola dapur apabila ditemukan pelanggaran teknis dalam proses produksi.

“Fokus kami adalah memastikan keamanan pangan bagi anak-anak. Setiap celah kelemahan akan segera diperbaiki,” tutup Sipliansyah.

Berita Terkait

Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance
Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan
Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder
Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti
Tujuh Bulan Bergulir, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Martapura Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus
Audisi Nanang Galuh Banjar 2026 Dibuka, Peserta Didorong Jadi Duta Edukasi dan Pariwisata

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:48 WITA

Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:33 WITA

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:17 WITA

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:02 WITA

BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder

Berita Terbaru