pro1.id, JAKARTA — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar FAJI pada 5–6 Januari 2025 di Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini menjadi penanda berakhirnya masa kepengurusan PB FAJI periode 2021–2025 sekaligus menentukan Ketua Umum PB FAJI untuk periode 2025–2029.
Munas PB FAJI 2025 dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis, dengan fokus utama pada pemilihan Ketua Umum yang baru. Sebelumnya, proses penjaringan dan penyaringan calon telah berlangsung sejak 27 November hingga 25 Desember 2025.
Tahapan tersebut mencakup pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran, dilanjutkan dengan masa perbaikan administrasi pada 26–29 Desember 2025. Seluruh berkas kemudian diverifikasi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pada 30–31 Desember 2025.
Dalam ketentuan pencalonan, setiap bakal calon diwajibkan memperoleh dukungan minimal dari lima Pengurus Provinsi (Pengprov) FAJI. Bagi calon yang berstatus aparatur negara atau prajurit aktif, juga diwajibkan melampirkan surat izin dari atasan langsung. FAJI tidak membatasi usia maupun latar belakang pengalaman di cabang olahraga arung jeram.
Ketua TPP PB FAJI, Hendri Wijaya menyampaikan bahwa dari enam orang yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya satu kandidat yang mengembalikan berkas hingga batas waktu yang ditentukan.
“Hasil verifikasi menunjukkan Saudara Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto memenuhi seluruh persyaratan pencalonan. Ia mendapatkan dukungan sah dari 14 Pengprov FAJI, serta telah melengkapi surat izin dari Pangkormar sebagai anggota aktif TNI,” ujar Hendri, Minggu (4/1/2026).
Sebelum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum, Munas PB FAJI 2025 akan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PB FAJI periode 2021–2025, Mayjen TNI (Purn.) Saud F. Tambatua. Laporan tersebut akan dilanjutkan dengan sesi pandangan umum dari para peserta Munas.
Selama periode kepengurusan 2021–2025, PB FAJI mencatat berbagai capaian penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah agenda nasional telah dilaksanakan, mulai dari Rapat Kerja Nasional hingga Kejuaraan Nasional Arung Jeram di berbagai daerah, termasuk Sungai Pekalen Probolinggo dan Sungai Ciliwung Jakarta.
Salah satu tonggak sejarah terjadi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, di mana cabang olahraga arung jeram untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam ajang multievent nasional. PB FAJI berperan aktif dalam pelaksanaan kejuaraan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Di luar pembinaan prestasi, PB FAJI juga aktif dalam kegiatan kebencanaan dan sosial. Kerja sama dijalin dengan Basarnas, BNPB, dan PMI dalam pelatihan swift water rescue, pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC), serta keterlibatan dalam operasi tanggap darurat dan kegiatan konservasi lingkungan.
Pada sektor tata kelola dan regulasi, PB FAJI turut terlibat dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pemandu arung jeram, berkontribusi dalam penyusunan regulasi pariwisata berbasis risiko, serta memperkuat sistem pendataan atlet, pelatih, dan wasit.
Di level internasional, PB FAJI berpartisipasi aktif dalam agenda Federasi Arung Jeram Internasional (IRF), termasuk pendampingan assessor WRC 2027 dan dukungan penyelenggaraan World Rafting Championship (WRC) 2025 di Sungai Kampar, Perak, Malaysia.
Pada ajang WRC 2025 tersebut, Tim Arung Jeram Indonesia mencatat prestasi gemilang dengan menempati peringkat kedua klasemen umum dunia, mengoleksi lima medali emas, sepuluh perak, dan tujuh perunggu. Prestasi bersejarah juga diraih melalui emas pertama Indonesia di nomor open putri slalom.
Munas PB FAJI 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah pembinaan arung jeram Indonesia dalam empat tahun ke depan. (Humas PB FAJI)









