Optimalisasi Komoditas Ikan Papuyu sebagai Model Ekonomi Komunal Desa di Kabupaten Banjar

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Ikan papuyu atau yang juga dikenal sebagai ikan betok menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kabupaten Banjar. Komoditas ini kini mulai dikembangkan sebagai model ekonomi komunal berbasis desa melalui program budidaya yang melibatkan kelompok masyarakat.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan ikan papuyu merupakan ikan endemik rawa yang memiliki nilai strategis tinggi di sektor perikanan daerah.

“Ikan papuyu ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Di pasaran harganya berkisar antara Rp25.000 an sampai Rp100.000 an per kilogram tergantung grade-nya,” ujar Bandi.

Ia menjelaskan bahwa harga ikan papuyu di pasaran dibedakan berdasarkan kualitas atau ukuran. Untuk grade A, harga bisa mencapai Rp90.000  hingga Rp100.000 lebih per kilogram, sedangkan grade B berkisar Rp50.000 sampai Rp70.000 lebih per kilogram.

“Kalau grade C biasanya sekitar Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Karena itulah kami mendorong adanya diversifikasi olahan agar nilai jual ikan dengan grade rendah tetap bisa meningkat,” jelasnya.

Bandi menyebutkan, Kabupaten Banjar saat ini menjadi salah satu sentra produksi benih papuyu di Kalimantan Selatan. Rata-rata produksi benih papuyu setiap tahun mencapai sekitar 200 – 300 ribu ekor.

“Benih papuyu dari Kabupaten Banjar tidak hanya untuk kebutuhan lokal. Permintaannya juga datang dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bahkan sampai ke wilayah Sumatera seperti Batam dan Kepulauan Riau,” katanya.

Menurutnya, permintaan pasar terhadap ikan papuyu hingga saat ini masih sangat besar. Bahkan untuk kebutuhan konsumsi pun masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Martapura, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Selama ini sebagian besar ikan papuyu konsumsi masih berasal dari tangkapan alam. Karena itu kita mendorong budidaya agar produksi bisa meningkat dan kebutuhan pasar dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Bandi mengungkapkan, keperluan benih ikan papuyu setiap tahunnya. Proyeksi benih diproduksi sekitar 200-300 ekor untuk keperluan pembudidaya lokal.

“Angka tersebut belum sebagai permintaan pembudidaya lainnya,” tuturnya.

Sebagai upaya pengembangan budidaya, pemerintah daerah telah memulai program pengembangan kawasan kampung papuyu sejak tahun 2023. Program tersebut kemudian diperluas pada 2024 melalui inovasi Gerakan Pengembangan Kawasan Kampung Papuyu atau Gerbang Kakapayu.

“Gerbang Kakapayu ini menjadi langkah awal untuk membangun kawasan budidaya papuyu berbasis kelompok. Kita mulai dari dua kelompok pembudidaya,” ujarnya.

Program tersebut kemudian dikembangkan kembali pada 2025 melalui inovasi lanjutan bernama Intan Sikapayu. Program ini membangun netmap jejaring yang berkolaborasi sinergi antar stakeholder terkait seperti Pemerintah Daerah, Perguruan tinggi, dinas kelautan dan perikanan prov kalsel, Bapelitbangda, UPT pusat (BBAT) Mandiangin, masyarakat dan pihak swasta serta lainya.

“Dalam program Intan Sikapayu, kita tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga hilirisasi. Jadi ada pelatihan dan pendampingan untuk membuat produk olahan dari ikan papuyu,” kata Bandi.

Salah satu hasil diversifikasi tersebut adalah produk olahan bernama Samu Modern yang memiliki tiga varian rasa, yakni original, ketumbar, dan pedas.

“Tujuannya agar ikan papuyu grade rendah tetap memiliki nilai tambah. Dengan diolah menjadi produk makanan, nilai jualnya bisa meningkat dan memberikan keuntungan bagi pembudidaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Dari sisi produksi, program budidaya papuyu di Kabupaten Banjar juga menunjukkan perkembangan positif. Jika sebelumnya target produksi dari tebar sekitar 20 ribu benih hanya diperkirakan menghasilkan sekitar 1 ton ikan, kini hasilnya sudah melampaui target.

“Di tahun 2024 dari tebar sekitar 20 ribu benih, produksinya bisa mencapai 1,49 ton. Pada siklus berikutnya bahkan meningkat menjadi sekitar 1,6 ton,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masa pemeliharaan ikan papuyu sekitar enam bulan sehingga dalam satu tahun pembudidaya dapat melakukan dua kali siklus panen.

Bandi mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh dinas bersama penyuluh perikanan. Pembudidaya juga diberikan pelatihan melalui program sekolah lapang pembudidaya perikanan.

“Dalam sekolah lapang itu kami ajarkan mulai dari manajemen budidaya, teknik pemijahan, sampai strategi pemasaran dan branding produk,” katanya.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Banjar.

“Kita melakukan pemantauan rutin terhadap kolam budidaya dan memberikan antisipasi dengan pemasangan waring atau jaring agar ikan tidak meluap saat banjir,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mulai menguji penggunaan kolam bundar semi teknologi sebagai alternatif budidaya yang dinilai lebih efisien.

“Kita juga mencoba penggunaan kolam bundar yang lebih hemat biaya. Ini masih tahap uji coba dengan melibatkan beberapa kelompok pembudidaya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rakor Eksternal : Polres Banjar Matangkan Pengamanan Haul ke-220 Datu Kelampayan
Sekda Banjar Imbau ASN Tidak Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
Pemkab Banjar Sediakan Mudik Gratis dan Pasar Murah bagi ASN
Momentum Ramadan, Irwan Bora Kumpulkan Karyawan dan Anak Yatim dalam Buka Puasa Bersama
Polsek Simpang Empat Bagikan Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan
RSUD Ratu Zalecha Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran
Musholla Abu Yazid Al Busthami Martapura Bagikan Ratusan Takjil di Depan Masjid Al Karomah
TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:27 WITA

Rakor Eksternal : Polres Banjar Matangkan Pengamanan Haul ke-220 Datu Kelampayan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:43 WITA

Optimalisasi Komoditas Ikan Papuyu sebagai Model Ekonomi Komunal Desa di Kabupaten Banjar

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:53 WITA

Sekda Banjar Imbau ASN Tidak Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:42 WITA

Pemkab Banjar Sediakan Mudik Gratis dan Pasar Murah bagi ASN

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:09 WITA

Momentum Ramadan, Irwan Bora Kumpulkan Karyawan dan Anak Yatim dalam Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

(Foto : MC PASER)

Kabupaten Paser

Jelang Idul Fitri, BNK Paser Gelar Tes Urin Sopir Angkutan Umum

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:23 WITA