pro1.id, Banjarbaru –Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) meningkatkan pengawasan dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan bakteri pada beberapa makanan yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Gubernur Kalsel, Muhidin, menjelaskan, dari empat sampel yang diperiksa, dua di antaranya telah ditindaklanjuti, sementara dua lainnya menjadi bahan evaluasi internal. Penemuan ini mendorong Pemprov untuk segera melakukan langkah korektif guna mencegah kejadian serupa.
“Kami ingin memastikan kejadian ini tidak terulang dan anak-anak tetap bisa menerima makanan bergizi dengan aman,” ujar Muhidin, Jumat (21/11/25).
Salah satu langkah yang diterapkan adalah penyesuaian waktu pengolahan makanan. Mulai saat ini, proses memasak dilakukan pada pukul 16.00, berbeda dari sebelumnya yang dilakukan pada pukul 13.00-14.00, agar makanan tetap segar saat disajikan.
Selain itu, Pemprov membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang rutin memantau dapur SPPG dan pelaksanaan MBG di seluruh Kalimantan Selatan. Pengawasan juga dilakukan secara serentak di tingkat kabupaten untuk memastikan keamanan pangan, mulai dari jam masak hingga penyajian makanan.
Muhidin menekankan risiko pertumbuhan bakteri akibat durasi penyimpanan yang terlalu lama. “Jika penyimpanan melebihi lima jam, bakteri bisa muncul,” jelasnya, mengutip panduan dari BPOM.
Pengawasan program MBG kini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, sebagai bagian dari komitmen Pemprov Kalsel untuk menjaga mutu makanan bagi seluruh penerima manfaat.
“Kami sepakat bersama untuk memastikan program MBG ini terlaksana dengan baik dan aman bagi anak-anak di Kalimantan Selatan,” tutup Muhidin.









