Pemprov Kalsel Siapkan Transportasi Massal Terintegrasi untuk Perkuat Konektivitas Wilayah

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi. foto: mckalsel

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi. foto: mckalsel

pro1.id, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantapkan langkah dalam mewujudkan sistem transportasi massal terintegrasi yang akan mencakup dua kawasan strategis, yakni Banua Anam dan Saijaan–Bersujud.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Banua.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi, menjelaskan bahwa saat ini program tersebut tengah melalui tahap kajian komprehensif, yang diharapkan rampung pada tahun 2026.

“Kami ingin hasil kajiannya benar-benar matang dan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Semua aspek sedang dikaji secara menyeluruh agar implementasinya nanti efektif dan berkelanjutan,” ujar Fitri Hernadi di Banjarmasin, Jumat (24/10/2025).

Kajian yang dilakukan mencakup pemodelan rute transportasi, pemetaan kawasan prioritas, serta analisis kebutuhan mobilitas masyarakat dan logistik. Setelah kajian selesai, hasilnya akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan oleh pimpinan daerah, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal pemerintah provinsi.

Baca Juga :  110 ASN Wakili Kalsel di Pornas Korpri XVII Palembang

“Keputusan pelaksanaan nantinya tetap melihat kesiapan anggaran daerah. Kita berharap bisa mulai eksekusi antara 2027 hingga 2029,” tambahnya.

Banua Anam dan Saijaan–Bersujud Jadi Fokus Pengembangan

Kawasan Banua Anam diproyeksikan menjadi poros utama transportasi produksi dan industri di Kalimantan Selatan. Pengembangannya diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi hulu, seperti pabrik karet di Hulu Sungai Tengah, Kawasan Industri Seradang di Tabalong yang berfokus pada hilirisasi tambang dan bahan bangunan, serta Kawasan Industri Tapin (TIIPE) yang menitikberatkan pada sektor agroindustri.

Selain sektor industri, Banua Anam juga disiapkan sebagai sentra produksi pangan modern yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Diharapkan, pengembangan kawasan ini dapat menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Sementara itu, wilayah Saijaan–Bersujud akan difokuskan pada penguatan konektivitas pesisir, jalur logistik maritim, serta dukungan terhadap sektor perikanan dan pariwisata bahari. Integrasi transportasi di kawasan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan wisatawan dari dan ke daerah pesisir.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Dorong Kemitraan Berkelanjutan antara Perusahaan Besar dan UMKM Melalui Program Mitra Bungas

Bangun Ekosistem Mobilitas yang Inklusif dan Hijau

Fitri menegaskan, pengembangan transportasi massal di Kalimantan Selatan bukan hanya tentang membangun jalan atau terminal, melainkan tentang menciptakan ekosistem mobilitas yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan.

“Transportasi massal yang terintegrasi akan menjadi fondasi bagi Kalimantan Selatan yang lebih terkoneksi, kompetitif, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah pelosok, mendapatkan akses yang sama terhadap layanan transportasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, sistem transportasi ini nantinya diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah-wilayah strategis.

Dengan rampungnya kajian pada tahun 2026, Pemprov Kalsel optimistis rencana pengembangan transportasi massal terintegrasi ini akan menjadi tonggak penting pemerataan pembangunan dan transformasi ekonomi daerah menuju Kalimantan Selatan yang lebih maju dan berdaya saing. (MC Kalsel)

 

 

Berita Terkait

Pemprov Kalsel Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Banjar Resmi Tutup Bimtek Peningkatan Kinerja Sekretaris Daerah
Pemkab Paser Tegaskan Reformasi ASN Melalui Partisipasi pada Rakornas Kepegawaian 2025
Dinkes Banjar Gelar Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik untuk Percepatan Penurunan Stunting
Pemkab Kotabaru Serius Wujudkan Pembangunan Embung Air Terjun Seratak sebagai Solusi Air Bersih
DPRD Banjarbaru Bahas Tiga Raperda Penting: Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, dan Sempadan Sungai
Pemkab Kotabaru Luncurkan Program GEMILANG untuk Dorong ASN Unggul dan Kompeten
Pemkab Banjar Raih Penghargaan BRIN Berkat Inovasi Kampung Papuyu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 18:54 WITA

Pemprov Kalsel Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 21 November 2025 - 18:22 WITA

Pemkab Banjar Resmi Tutup Bimtek Peningkatan Kinerja Sekretaris Daerah

Kamis, 20 November 2025 - 19:22 WITA

Pemkab Paser Tegaskan Reformasi ASN Melalui Partisipasi pada Rakornas Kepegawaian 2025

Selasa, 18 November 2025 - 15:55 WITA

Dinkes Banjar Gelar Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik untuk Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 4 November 2025 - 20:29 WITA

Pemkab Kotabaru Serius Wujudkan Pembangunan Embung Air Terjun Seratak sebagai Solusi Air Bersih

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA