pro1.id, BANJARBARU – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) terus dilakukan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai rumah sakit pengampu, guna memperkuat kompetensi tenaga medis sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi.



Dalam kegiatan penguatan layanan yang berlangsung di RSD Idaman, hadir Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo yang memberikan pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari transfer pengetahuan dan standar pelayanan, khususnya dalam penanganan bayi baru lahir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, menyebut penguatan layanan KIA juga didukung kehadiran tenaga spesialis, yakni dr. Lenny Syntia Dewi. Menurutnya, keberadaan tenaga ahli tersebut sangat penting dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit menangani kasus neonatal berisiko tinggi.
“Pengampuan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kompetensi tenaga medis,” ujarnya.


Sementara itu, dr. Lenny menjelaskan bahwa ke depan sistem rujukan pelayanan kesehatan akan mengalami perubahan mengikuti kebijakan dari Kementerian Kesehatan yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2027. Sistem rujukan tidak lagi sepenuhnya berjenjang berdasarkan tipe rumah sakit, melainkan berbasis pada kompetensi layanan.

“Artinya pasien bisa langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki dokter atau layanan sesuai kebutuhan medisnya, tanpa harus melalui tahapan berjenjang seperti sebelumnya,” jelasnya.


Konsep tersebut juga akan diterapkan pada layanan KIA di RSD Idaman Banjarbaru. Dengan penguatan fasilitas dan sumber daya manusia, rumah sakit ini diproyeksikan menjadi rujukan lanjutan di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya, terutama dalam penanganan bayi dengan kondisi khusus.
Ke depan, RSD Idaman diharapkan mampu menjadi salah satu pusat rujukan pelayanan KIA di Kalimantan Selatan, mendampingi peran RSUD Ulin Banjarmasin. Dengan sistem rujukan yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi, layanan kesehatan ibu dan anak diharapkan semakin merata dan berkualitas.
Reporter : Muhamad Yuanda Putra
Editor : Muhammad Ervan Ariya Ramadani










