pro1.id, MARTAPURA — Ahmad resmi dilantik sebagai Pambakal Pengganti Antarwaktu (PAW) Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Pelantikan berlangsung di kawasan Bukit Bintang, Senin (7/9/2026), sebagai bagian dari pelantikan pambakal terpilih dari sejumlah desa di Kabupaten Banjar.
Usai mengikuti prosesi pelantikan, Ahmad mengaku merasakan kebahagiaan sekaligus haru atas amanah yang kini dipercayakan kepadanya. Ia menyebut momen pelantikan tersebut menjadi pengalaman yang luar biasa baginya.
“Sungguh luar biasa, Pak. Rasanya terharu,” ujar Ahmad.
Setelah resmi menjabat sebagai Pambakal PAW Desa Podok, Ahmad berharap pembangunan desa yang sudah berjalan dapat terus ditingkatkan. Ia ingin perkembangan Desa Podok ke depan semakin maju dibandingkan kondisi saat ini.
“Mudah-mudahan ke depannya, yang sekarang sudah maju mungkin bisa lebih maju lagi ke depannya,” katanya.
Terkait pesan Bupati Banjar yang disampaikan dalam pelantikan, Ahmad mengatakan dirinya siap mengikuti arahan tersebut, terutama dalam membangun desa bersama masyarakat. Menurutnya, pembangunan membutuhkan kebersamaan antara pemerintah desa dan warga.
“Pesan tadi sama-sama lah, suara di masyarakat. Mau sama-sama dengan masyarakat membangun desa,” ungkapnya.
Ahmad juga mengakui masih perlu melihat dan mempelajari lebih lanjut program yang akan menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya. Ia mengatakan belum dapat menyampaikan secara rinci program ke depan karena baru mulai menjalankan amanah sebagai Pambakal PAW.
“Mayoritas kita kan masih belum tahu ke depannya. Cuma insya Allah kita carikan yang mungkin lebih bagus lagi ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Aluh-Aluh Aditya Yudi Dharma menyampaikan harapannya kepada pambakal terpilih, termasuk Ahmad sebagai Pambakal PAW Desa Podok, agar mampu menjalankan tugas dengan baik dan benar sesuai arahan Bupati Banjar.
“Kami sangat berharap kepada pambakal terpilih Desa Podok, kemudian Kuin Besar dan juga Balimau agar bisa melaksanakan tugas dengan baik, dengan benar, sesuai dengan arahan Pak Bupati tadi,” ujar Aditya.
Menurut Aditya, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam pembangunan Kabupaten Banjar, termasuk di desa-desa yang menjadi wilayah kewenangan masing-masing pambakal. Karena itu, pambakal diharapkan dapat memahami kebutuhan masyarakat dan menjalankan pemerintahan desa secara bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dengan Forkopimcam. Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai kendala maupun persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dicarikan solusi bersama.
“Selalu berkoordinasi dengan Forkopimcam. Sehingga apabila ada kendala-kendala maupun permasalahan di lapangan, itu bisa dicarikan solusi terbaik agar tidak menimbulkan dampak yang lebih parah di kemudian hari,” jelasnya.
Selain koordinasi, Aditya memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan Dana Desa. Ia meminta pambakal yang baru dilantik menggunakan anggaran tersebut secara tepat dan bertanggung jawab serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan.
“Pergunakanlah Dana Desa dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada penyalahgunaan atau penyelewengan Dana Desa yang dapat mengakibatkan hukum pidana ke depannya,” tegas Aditya.
Dengan resmi dilantiknya Ahmad sebagai Pambakal PAW Desa Podok, pemerintah kecamatan berharap roda pemerintahan dan pembangunan desa dapat terus berjalan. Ahmad diharapkan mampu membawa Desa Podok menjadi lebih maju melalui kerja sama dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.










