Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa, kehadiran sosok yang mampu memadukan dakwah dengan aksi kemanusiaan menjadi sesuatu yang patut diapresiasi. Salah satu figur yang menarik perhatian adalah Kyai Anom Agus Tuhfatun Nafi’, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Nafik Kencong.



Bagi saya, Gus Nafik bukan hanya seorang pengasuh pondok pesantren, melainkan seorang tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk misi kemanusiaan. Melalui Pondok Singgah dan Pesantren Rehabilitasi Mental Sapu Jagad yang berlokasi di Kencong, Kediri, Jawa Timur, beliau menghadirkan ruang pembinaan bagi masyarakat yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Pesantren Sapu Jagad menjadi rumah bagi berbagai kalangan yang membutuhkan pendampingan, di antaranya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), anak-anak jalanan, serta korban penyalahgunaan narkoba. Mereka tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga mendapatkan pembinaan agar mampu kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik dan diterima oleh masyarakat.



Yang menarik dari pendekatan Gus Nafik adalah metode rehabilitasi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tanpa meninggalkan aspek spiritual. Dalam proses pembinaan, beliau memanfaatkan kekuatan doa, amalan dzikir, dan lantunan selawat sebagai bagian dari pendekatan spiritual yang diyakini mampu memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat proses pemulihan para santri.
Di sisi lain, pembinaan juga dilakukan melalui pendekatan psikologis yang menyentuh sisi kemanusiaan setiap individu. Para santri diperlakukan dengan penuh penghormatan, didampingi secara emosional, dan dibimbing agar kembali memiliki rasa percaya diri. Pendekatan ini bertujuan untuk memanusiakan kembali mereka sehingga mampu kembali diterima dan berperan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Menurut pandangan saya, apa yang dilakukan Gus Nafik menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu diwujudkan melalui ceramah di mimbar. Dakwah juga dapat hadir dalam bentuk kepedulian, pendampingan, dan keberanian merangkul mereka yang sering kali dijauhi oleh lingkungan.
Pesantren Rehabilitasi Mental Sapu Jagad menjadi bukti bahwa lembaga keagamaan dapat berperan sebagai pusat rehabilitasi sosial yang menghadirkan harapan bagi banyak orang. Semangat kemanusiaan yang dibangun di dalamnya menjadi pesan bahwa setiap manusia berhak memperoleh kesempatan untuk bangkit, berubah, dan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.

– Bagi yang ingin melakukan silaturahim silahkan hubungi nomor Gus Nafik 081259996689 –
Penulis Opini : M. Irfan Fajrianur, S.E., S.H., C.P.M.











