Samu Papuyu Rasa Kekinian, Dari Dapur Tradisi Menuju Inovasi

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 19:51 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kuliner khas Banjar kembali mencuri perhatian. Kali ini giliran ikan samu, hidangan fermentasi ikan air tawar yang sudah lama jadi bagian dari tradisi masyarakat, muncul dalam tampilan baru. Melalui sentuhan kreatif kelompok UMKM Panila Manis dari Desa Karang Intan, olahan ini diberi variasi rasa dan kemasan lebih modern.

Secara turun-temurun, samu dikenal sebagai teknik mengawetkan ikan dengan garam dan beras sangrai. Hasilnya adalah ikan dengan cita rasa gurih, asam, sekaligus beraroma khas yang bisa bertahan lama. Ikan papuyu atau betok kerap dipilih karena tekstur dagingnya padat dan lezat.

Baca Juga :  Warga Martapura Timur Dikejutkan Penemuan Pria Meninggal di Aliran Sungai

Gagasan mengangkat kembali kuliner ini berawal dari Sekolah Lapang Pembudidaya Perikanan (SLBP) yang berlangsung pada September 2025. Dari pelatihan tersebut, lahirlah produk baru bernama “Samu Modern”, dengan tiga pilihan rasa: original, ketumbar, dan pedas.

Menurut Bandi Chairullah, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, inisiatif ini merupakan bagian dari program Intan Sikapayu (Inovasi Sinergi Kampung Ikan Papuyu).

“Ikan papuyu jantan biasanya kurang laku bila dijual segar. Dengan diolah menjadi samu, nilainya bisa lebih tinggi, sekaligus menjaga kuliner Banjar tetap lestari,” terangnya.

Tak hanya papuyu, kelompok ini juga mencoba mengolah ikan nila menjadi produk samu dengan varian rasa serupa. Harganya cukup ramah di kantong, sekitar Rp15 ribu per porsi, dan kini mulai dipasarkan melalui festival kuliner serta promosi di media sosial.

Baca Juga :  Warga Murung Mesjid dan Kampung Jawa Kesulitan Air Bersih Saat Banjir, Harapkan Bantuan Tandon Air

Meski baru dikenalkan, samu modern mendapat respon positif dari masyarakat. Upaya ini bukan sekadar menjaga warisan rasa Banjar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pembudidaya ikan di Karang Intan.

Dengan inovasi ini, ikan samu yang dulu identik dengan masakan sederhana kini tampil sebagai kuliner tradisional yang bertransformasi, tetap setia pada cita rasa lama namun relevan dengan selera masa kini.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA