Dinkes Banjar Temukan Kontaminasi Bakteri Berbahaya di Dapur SPPG Tungkaran

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 13:07 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Hasil investigasi laboratorium terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mengungkap adanya kandungan bakteri berbahaya dalam sampel makanan dan air di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tungkaran. Temuan ini terkait dugaan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dari delapan sekolah di wilayah Martapura.

Plt Kepala Dinkes Banjar, dr. Noripansyah, menyampaikan bahwa pemeriksaan mikrobiologi terhadap air dan makanan menunjukkan keberadaan bakteri Escherichia coli (E.coli), serta mikroorganisme lain yang kadarnya melampaui ambang batas kesehatan.

“Dalam air yang diperiksa, terdeteksi E.coli sebanyak 265 per 100 mililiter, padahal seharusnya tidak ada sama sekali. Ini menandakan air tersebut sudah tidak layak konsumsi,” jelasnya, Selasa (14/10/2025).

Selain air, hasil uji juga menunjukkan bahwa beberapa menu makanan seperti nasi kuning, sayur, ayam suwir, tempe, dan buah melon memiliki kadar bakteri dan zat kimia yang berpotensi membahayakan. Kadar Nitrit dan Nitrat ditemukan dalam jumlah tinggi, terutama pada sayur, yang mencapai angka 10—jauh di atas batas aman.

Baca Juga :  Kapolda Kalsel dan Bupati Banjar Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Penyerahan Kolam Bioflok dan Bibit Ikan

“Untuk nasi kuning ditemukan angka 1,9 dan melon 1,6, padahal batas amannya adalah 1,1. Ini menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri,” tambah Noripansyah.

Ia menjelaskan, keberadaan bakteri serta senyawa kimia tersebut dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare—gejala yang dialami para siswa penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, penyebab utama kontaminasi bisa berasal dari kualitas air yang buruk, kebersihan lingkungan dapur, serta kurangnya pengetahuan penjamah makanan dalam menerapkan standar higienitas.

Baca Juga :  MTQ Mahasiswa Nasional ke-18 Resmi Dibuka di Banjarbaru, 1.500 Peserta Siap Bertanding

“Kemungkinan besar sumber air dekat dengan saluran resapan, atau ada kekeliruan dalam penanganan bahan makanan. Faktor kebersihan sangat krusial,” tegasnya.

Sebagai upaya perbaikan, Dinkes Banjar akan menggelar pelatihan sanitasi dan keamanan pangan bagi seluruh petugas dapur penyedia MBG, termasuk di SPPG Tungkaran. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang, dan menjadi salah satu syarat penerbitan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Ini penting untuk memastikan seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kebersihan dan keamanan,” ujarnya.

Dinkes juga menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap sumber air di dapur-dapur MBG. Selain filterisasi, pengawasan rutin akan menjadi langkah preventif agar kasus serupa tak terulang di masa depan.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA