pro1.id, BANJARMASIN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing pelaku UMKM di era digital. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Payment yang dilaksanakan di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (27/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2025, ini merupakan bagian dari program pemberdayaan UMKM yang bersumber dari perubahan APBD Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel Tahun 2025.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami sistem transaksi digital yang semakin menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan bisnis modern.
“Melalui Bimtek ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis agar para pelaku UMKM bisa beradaptasi dengan sistem pembayaran elektronik. Dengan begitu, mereka lebih siap bersaing di tengah transformasi ekonomi digital,” ujar Gusti Yanuar.
Selain mempelajari sistem pembayaran digital, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) — sebuah alat bantu pencatatan keuangan berbasis digital yang memudahkan UMKM dalam mengelola transaksi secara akurat dan transparan.
“Kami berharap aplikasi SIAPIK dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pelaku usaha bisa mencatat setiap transaksi dengan rapi dan memiliki rekam jejak keuangan yang baik. Ini akan membantu mereka saat mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gusti Yanuar menegaskan pentingnya semangat dan kemauan para pelaku UMKM untuk terus berinovasi serta mengembangkan usaha agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.
“Kami ingin UMKM di Kalimantan Selatan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi sektor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Bimtek ini diikuti 50 pelaku UMKM yang berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, masing-masing mengirimkan 3–4 perwakilan. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membawakan materi mengenai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), serta Wetland Box yang memperkenalkan aplikasi SIAPIK.
Menutup sambutannya, Gusti Yanuar mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
“Mari jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal menuju transformasi digital. Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan transaksi berbasis digital, UMKM Kalsel akan semakin tangguh dan kompetitif,” tutupnya.









