pro1.id, BALI – Di antara deretan rumah penduduk di Bali, belakangan ini terlihat pemandangan yang cukup menarik. Botol-botol plastik berisi air berwarna merah diletakkan di depan halaman rumah, di pinggir jalan, bahkan di dekat pura kecil. Sekilas tampak biasa, namun siapa sangka benda itu menyimpan kepercayaan yang telah lama hidup di Kalimantan Selatan.
Di tanah Banua, kebiasaan menaruh botol berisi air merah sudah menjadi hal lumrah. Konon, botol itu dipercaya mampu mengusir kucing agar tidak buang kotoran sembarangan. Warga meyakini pantulan cahaya merah dari air tersebut membuat hewan merasa tidak nyaman dan akhirnya menjauh.
Namun, tidak semua percaya, Herdiandi Tandi Salla Dakator, warga Kabupaten Banjar, Kalsel menceritakan pengalamannya di daerah kostnya ditemukan botol air warna merah.
“Dulu di rumah kos saya juga pernah pasang botol merah oleh tetangga. Tapi tetap saja kucing datang. Kayaknya cuma mitos, nggak ada pengaruhnya,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Meski belum terbukti secara ilmiah, tradisi ini ternyata menyeberang hingga ke Bali. Bedanya, di Pulau Dewata botol merah digunakan untuk mengusir anjing liar agar tidak buang kotoran di pelataran rumah.
Bli Widi, seorang pemandu wisata lokal, mengungkapkan bahwa kebiasaan ini mulai marak sekitar sebulan terakhir.
“Saya lihat banyak warga mulai taruh botol merah di depan rumah. Katanya biar anjing nggak berak di situ. Tapi ini lebih ke kepercayaan saja, belum tahu juga benar atau tidak,” jelasnya.
Meskipun tanpa dasar ilmiah, fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi rakyat bisa menyeberang dan beradaptasi di tempat baru. Bagi sebagian orang, botol merah mungkin hanya benda plastik biasa. Tapi bagi yang lain, ia simbol dari harapan – harapan sederhana agar rumah tetap bersih dari ulah hewan-hewan liar.
Dari Banua ke Bali, dari kucing ke anjing, botol merah itu kini jadi bagian kecil dari kisah panjang kepercayaan masyarakat Indonesia. Antara mitos, kebiasaan, dan keyakinan, semua berpadu menjadi warna unik dalam kehidupan sehari-hari.









