Teror Monyet di Aluh-Aluh Ditangani Serius, BKSDA Kalsel Sebut Agresivitas Diduga Karena Masa Birahi

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:22 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Kalsel, Junaidi Selamet Wibowo

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Kalsel, Junaidi Selamet Wibowo

pro1.id, MARTAPURA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan resmi turun tangan menangani serangan monyet liar yang meresahkan warga di Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru. Serangan yang berlangsung hampir tiga pekan ini terus menimbulkan korban baru, sehingga diperlukan langkah penanganan intensif.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Kalsel, Junaidi Selamet Wibowo, mengatakan bahwa tim telah diterjunkan ke lapangan dan memasang perangkap untuk menangkap hewan yang diduga menjadi pelaku serangan.

“Perangkap sudah kami pasang sekitar dua minggu lalu. Kami menggunakan kandang jebak dengan umpan, tapi sampai sekarang belum ada satwa yang masuk,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Perangkap Ditambah, Dua Desa Jadi Titik Fokus

Junaidi menjelaskan, mekanisme perangkap tersebut serupa dengan perangkap tikus. Umpan ditempatkan di dalam kandang, dan ketika ditarik, pintu akan otomatis menutup sehingga kera terkurung.

Baca Juga :  Relawan Karhutla Kabupaten Banjar Kini Dapat Kemudahan BBM di Seluruh SPBU

Saat ini baru satu unit perangkap terpasang. Dari hasil rapat dengan pemerintah kecamatan, jumlahnya kemungkinan akan ditambah satu unit lagi dan dipasang di dua desa yang berada di perbatasan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru.

Diduga Sedang Masa Birahi

BKSDA Kalsel menduga agresivitas monyet tersebut berkaitan dengan masa birahi. Pada periode ini, kera jantan biasanya menjadi lebih galak dan dapat menyerang tanpa pemicu yang jelas.

“Dari laporan di lapangan, yang menyerang adalah kera jantan. Perilaku agresif seperti ini umum terjadi saat masa birahi,” jelasnya.

Baca Juga :  Rokok Masih Jadi Beban Pengeluaran Terbesar Kedua Rumah Tangga di Banjar

Siapkan Senjata Bius Jika Perangkap Gagal

Selain mengandalkan kandang jebak, BKSDA juga menyiapkan opsi penanganan lain, termasuk penggunaan senjata bius.

“Idealnya kera tertangkap dulu di kandang, baru dilakukan pembiusan menggunakan sumpit atau senjata bius,” kata Junaidi.

Untuk durasi operasi penangkapan, ia menyebutkan bahwa rencana sementara berkisar antara 7 hingga 10 hari, namun keputusan final menunggu rapat lanjutan tim gabungan.

Warga Diminta Waspada, Risiko Rabies Diingatkan

Junaidi juga mengingatkan masyarakat agar segera mendapatkan penanganan medis jika mengalami gigitan atau cakaran monyet karena adanya risiko rabies.

“Warga yang tergigit harus segera ditangani tenaga medis. Biasanya diperlukan vaksin anti-rabies. Jenis obat ditentukan oleh pihak medis,” tegasnya.

Berita Terkait

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA