Insiden Tambang Bawah Tanah di Kotabaru, 7 Pekerja Meninggal Dunia Diduga Akibat Gas Beracun

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 09:14 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, KOTABARU – Kecelakaan kerja kembali terjadi di sektor pertambangan Kalimantan Selatan. Insiden yang berlangsung di area tambang bawah tanah milik PT Sumber Daya Energi (SDE) pada Minggu (5/4/2026) mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian berbagai pihak. Aparat kepolisian bersama instansi teknis di bidang energi dan ketenagakerjaan turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan awal.

Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah IV Kalimantan Selatan, Husni Thamrin, menyampaikan bahwa timnya segera diterjunkan setelah menerima laporan kejadian.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung mengirim tim ke lokasi. Di sana juga sudah ada pihak lain seperti kepolisian dan ESDM provinsi yang melakukan pengecekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Safari Ramadan Perdana, Pemkab Kotabaru Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga Tiga Kecamatan

Ia menjelaskan, pada tahap awal tim pengawas belum dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh karena kondisi di lokasi masih dalam situasi darurat. Namun, langkah awal tetap dilakukan sesuai prosedur, termasuk penyusunan disposisi berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

Dari hasil penelusuran sementara, kuat dugaan para korban meninggal akibat paparan gas beracun di dalam area tambang.

“Indikasi awal mengarah pada keracunan gas karbon. Namun untuk memastikan penyebab pastinya masih diperlukan pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Kotabaru: Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Guru

Laporan awal telah disampaikan kepada dinas terkait, sementara investigasi lanjutan dijadwalkan kembali dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak guna mengungkap secara utuh penyebab kejadian.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Aparat akan memastikan apakah insiden tersebut murni kecelakaan kerja atau terdapat unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko pekerjaan di sektor tambang bawah tanah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang ketat dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Diskominfo Kotabaru Perkuat Kemitraan Pers, Bahas Keberlanjutan Kerja Sama Media 2027
UMKM Banjarbaru Bidik Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026
Pemkab Kotabaru Perkuat Pengawasan Jasa Konstruksi, Sosialisasikan Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2023
Wisuda XVIII Politeknik Kotabaru, 79 Lulusan Siap Berkompetisi di Dunia Kerja
Dua Raperda Kotabaru Masuki Tahap Penetapan, Pemkab Siapkan Aturan Teknis
RAPBD Kotabaru 2027 Dirancang Rp4,87 Triliun, Pemkab Dorong Anggaran Berdampak bagi Masyarakat
Cerita Kura-Kura dan Monyet, Cara Seru Anak TK Kenal Literasi di Kotabaru
Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Kotabaru Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:36 WITA

Diskominfo Kotabaru Perkuat Kemitraan Pers, Bahas Keberlanjutan Kerja Sama Media 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:32 WITA

UMKM Banjarbaru Bidik Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Pemkab Kotabaru Perkuat Pengawasan Jasa Konstruksi, Sosialisasikan Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2023

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WITA

Wisuda XVIII Politeknik Kotabaru, 79 Lulusan Siap Berkompetisi di Dunia Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:48 WITA

Dua Raperda Kotabaru Masuki Tahap Penetapan, Pemkab Siapkan Aturan Teknis

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA