pro1.id, KOTABARU – Kecelakaan kerja kembali terjadi di sektor pertambangan Kalimantan Selatan. Insiden yang berlangsung di area tambang bawah tanah milik PT Sumber Daya Energi (SDE) pada Minggu (5/4/2026) mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian berbagai pihak. Aparat kepolisian bersama instansi teknis di bidang energi dan ketenagakerjaan turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan awal.
Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah IV Kalimantan Selatan, Husni Thamrin, menyampaikan bahwa timnya segera diterjunkan setelah menerima laporan kejadian.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung mengirim tim ke lokasi. Di sana juga sudah ada pihak lain seperti kepolisian dan ESDM provinsi yang melakukan pengecekan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal tim pengawas belum dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh karena kondisi di lokasi masih dalam situasi darurat. Namun, langkah awal tetap dilakukan sesuai prosedur, termasuk penyusunan disposisi berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja.
Dari hasil penelusuran sementara, kuat dugaan para korban meninggal akibat paparan gas beracun di dalam area tambang.
“Indikasi awal mengarah pada keracunan gas karbon. Namun untuk memastikan penyebab pastinya masih diperlukan pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.
Laporan awal telah disampaikan kepada dinas terkait, sementara investigasi lanjutan dijadwalkan kembali dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak guna mengungkap secara utuh penyebab kejadian.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Aparat akan memastikan apakah insiden tersebut murni kecelakaan kerja atau terdapat unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko pekerjaan di sektor tambang bawah tanah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang ketat dan berkelanjutan.









