Dinkes Perketat Layanan di Pengungsian, Warga Rentan Terserang ISPA dan Penyakit Kulit

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Infopublik)

(Foto : Infopublik)

pro1.id, PADANG – Upaya menjaga kesehatan ribuan pengungsi pascabanjir bandang di Kota Padang terus diperkuat. Petugas kesehatan diterjunkan setiap hari ke posko-posko untuk memantau kondisi warga yang semakin rentan sakit.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Padang, Srikurnia Yati, pemeriksaan di lapangan memperlihatkan bahwa gangguan pernapasan, terutama ISPA, kini paling banyak ditemukan. Ia menilai cuaca yang masih tidak menentu, ditambah kelelahan fisik dan imunitas warga yang menurun, berperan besar dalam meningkatnya kasus tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah debu dari lumpur kering yang beterbangan di area bencana. Kondisi udara yang tercemar ini membuat pengungsi lebih mudah mengalami iritasi saluran napas. Karena itu, setiap kunjungan, petugas selalu memberi edukasi tentang pola hidup bersih dan cara mencegah ISPA.

Baca Juga :  Sutradara Beberkan Tantangan Produksi Film “Saru 2: Janji Sarikaya”, Cerita Lebih Padat dan Dinamis

Yati menyoroti kebiasaan pengungsi yang masih kurang mengonsumsi air putih, walaupun persediaan air mineral tersedia di posko. Ia menegaskan pentingnya minum cukup, beristirahat, serta makan buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Masker yang sudah dibagikan juga harus tetap dipakai untuk mengurangi paparan debu,” pesannya.

Tidak hanya ISPA, kasus penyakit kulit juga meningkat seiring rusaknya jaringan air PDAM. Banyak warga terpaksa memakai air dari sumur atau sungai yang tidak sepenuhnya layak. Air yang keruh dan kotor, menurut Yati, bisa memicu infeksi kulit sehingga warga diimbau menyaring air sebelum digunakan.

Baca Juga :  Aturan Baru Mulai Berlaku: Truk Besar Dilarang Masuk Kota Martapura pada Jam Tertentu

Dinkes berharap suplai air bersih segera pulih agar risiko penularan penyakit bisa ditekan.

Hingga kini, lebih dari 14.000 orang masih tinggal di tempat pengungsian, sementara sejumlah daerah—seperti Tabiang Banda Gadang, Gurun Laweh, Batu Busuak, Guo, dan Lubuk Minturun termasuk lokasi dengan kerusakan terparah dan akses air bersih paling terbatas.

Berita Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok
Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran, Rekrutmen Peserta Didik Lewat Verifikasi Berlapis
Prabowo Subianto Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat, Pendidikan Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas
Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir Kalsel, Pastikan Negara Hadir untuk Warga Terdampak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:26 WITA

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:09 WITA

Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:02 WITA

Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:46 WITA

Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:18 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA