Air Pasang Meluap, 19 Desa di Aluh-Aluh Terendam Rob hingga Setinggi Pinggang

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan CCTV Kecamatan, terlihat rob menggenangi permukiman warga

Pantauan CCTV Kecamatan, terlihat rob menggenangi permukiman warga

pro1.id, MARTAPURA – Fenomena air pasang kembali melanda wilayah pesisir Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, pada Senin (8/12/2025) malam. Luapan air laut atau rob tersebut menyebabkan genangan di seluruh desa yang berada dalam kecamatan tersebut.

Di depan Kantor Camat Aluh-Aluh, ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa. Sementara di Desa Simpang Warga, kondisi lebih parah dengan genangan yang mencapai setinggi pinggang.

Camat Aluh-Aluh, Aditya Yudi Dharma, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi murni karena pasang air laut dan bukan dipicu oleh hujan.

Baca Juga :  Pengangkutan Sampah di PPS Tetap Berjalan Harian, Perumda Pasar Akui Kekurangan Armada

“Setiap akhir tahun hingga awal bulan, air laut biasanya naik. Rob seperti ini memang menjadi kejadian rutin,” ujarnya.

Seluruh Desa Terdampak

Aditya menyebutkan bahwa 19 desa di Kecamatan Aluh-Aluh terendam akibat rob tersebut. Meski demikian, durasi genangan tidak berlangsung lama.

“Biasanya dalam waktu 5–6 jam air kembali surut. Bahkan keesokan paginya, sungai di depan kantor camat sering kali menunjukkan dasar tanah karena surutnya sangat rendah,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Banjar Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Pastikan Perawatan Gratis dan Penanganan Maksimal

Warga Diimbau Tetap Waspada

Camat mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama saat air pasang terjadi pada malam hari. Ia menekankan pentingnya memperhatikan keamanan instalasi listrik serta mewaspadai kemungkinan masuknya hewan berbahaya saat air meluap.

“Kami berharap warga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Desa Lok Tamu, Polisi Lakukan Penyelidikan
Anak 10 Tahun Diduga Tenggelam di Danau Galian Tanah Bumbu, Tim SAR Lakukan Pencarian
Tiga Kamar Asrama Santri Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Kipas Angin
Mobil Angkutan Umum Terbakar di Halaman Masjid Al Karomah Martapura
Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Desa Lok Tunggul, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:41 WITA

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:14 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Desa Lok Tamu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:07 WITA

Anak 10 Tahun Diduga Tenggelam di Danau Galian Tanah Bumbu, Tim SAR Lakukan Pencarian

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA