Keramba Warga Hanyut Diterjang Arus Banjir, Pembudidaya Ikan Alami Kerugian

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Arus deras Sungai Riam Kanan kembali menimbulkan kerugian bagi warga. Sejumlah keramba apung milik pembudidaya ikan dilaporkan hanyut setelah debit sungai meningkat tajam menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi (26–27/12/2025).

Informasi yang dihimpun dari warga di sepanjang aliran sungai menyebutkan, air naik dalam waktu singkat disertai arus kuat yang membawa lumpur serta material kayu. Kondisi tersebut membuat sebagian keramba tidak mampu bertahan meski telah ditambatkan.

Iwan, salah satu pembudidaya ikan di Desa Tambela, Kecamatan Aranio, mengatakan kejadian hanyutnya keramba terjadi saat arus sungai mulai menguat sejak dini hari.

Baca Juga :  Press Conference Akhir Tahun 2025 : Kriminalitas dan Laka Lantas di Kabupaten Banjar Menurun Sepanjang 2025

“Air naik cepat sekali. Ada keramba yang tidak kuat menahan arus dan akhirnya lepas,” ujarnya.

Menurutnya, para pembudidaya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan menambah tali tambatan. Namun derasnya aliran Sungai Riam Kanan membuat upaya tersebut tidak sepenuhnya efektif.

“Kami sudah berusaha mengamankan, tapi arusnya terlalu kuat. Beberapa keramba tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Kabar hanyutnya keramba juga datang dari wilayah Karang Intan. Sejumlah warga melaporkan kehilangan unit keramba yang diduga terseret arus hingga ke hilir sungai. Hingga saat ini, sebagian keramba tersebut belum ditemukan.

Para pembudidaya terpaksa berjaga di sekitar lokasi sambil memantau kondisi sungai. Mereka khawatir debit air masih berpotensi meningkat jika hujan kembali turun di kawasan hulu.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Perempuan di Rumah Kontrakan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. BMKG menyebut hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Banjar, dan berpotensi memicu peningkatan debit sungai.

Warga yang beraktivitas di Sungai Riam Kanan, khususnya pembudidaya ikan keramba apung, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mengamankan peralatan dan aset mereka guna meminimalkan kerugian akibat arus sungai yang masih belum stabil.

Berita Terkait

Diduga Tenggelam di Irigasi Mentaos, Motor Misterius Ditemukan Terparkir Sejak Pagi
Pria di Batola Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandung, Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku
Pemuda Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan Martapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Tragedi Kebakaran Subuh di Tanah Grogot, Dua Penghuni Tak Terselamatkan
Api Lalap Permukiman di Cempaka, Enam Rumah Terdampak
Perempuan di Astambul Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Duga Akibat Gantung Diri
Klinik di Long Ikis Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tiga Bangunan Terbakar di Tanah Grogot, Kerugian Diperkirakan Capai Rp1 Miliar
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:19 WITA

Diduga Tenggelam di Irigasi Mentaos, Motor Misterius Ditemukan Terparkir Sejak Pagi

Minggu, 5 April 2026 - 09:47 WITA

Pria di Batola Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandung, Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku

Rabu, 1 April 2026 - 19:12 WITA

Pemuda Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan Martapura, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 1 April 2026 - 13:33 WITA

Tragedi Kebakaran Subuh di Tanah Grogot, Dua Penghuni Tak Terselamatkan

Rabu, 1 April 2026 - 13:18 WITA

Api Lalap Permukiman di Cempaka, Enam Rumah Terdampak

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:56 WITA

Foto : Diskominfo Kotabaru

Kabupaten Kotabaru

RSUD PJS Kotabaru Gelar Forum Publik, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:06 WITA