pro1.id, MARTAPURA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta kesiapan penanganan bencana yang telah berlangsung sejak 24 Desember 2025.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Wapres adalah Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Di lokasi tersebut, Gibran melihat langsung rumah warga yang terdampak banjir sekaligus memantau proses penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres difokuskan pada pemantauan kondisi riil masyarakat di lapangan.
“Beliau ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi warga yang terdampak banjir, termasuk pelayanan logistik dan operasional dapur umum sejak banjir terjadi pada 24 Desember 2025,” ujar Achmadi.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga di pengungsian. Ia berbincang dengan masyarakat serta menyapa anak-anak yang berada di posko, termasuk membagikan mainan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis mereka.
Selain meninjau permukiman warga, Gibran turut melihat langsung dapur umum yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersama BPBD Provinsi serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan.
Menurut Achmadi, Wapres menilai banjir di Kalimantan Selatan merupakan kejadian yang bersifat rutin akibat curah hujan tinggi. Meski demikian, ia menekankan perlunya pemikiran solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir di kemudian hari.
“Beliau menyampaikan bahwa banjir di Kalsel memang kerap terjadi karena faktor curah hujan, namun tetap perlu ada upaya jangka panjang. Kondisi ini berbeda dengan beberapa daerah lain seperti Aceh dan Sumatera,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wapres juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah kecamatan dan desa setempat.
“Penyaluran bantuan sembako diserahkan melalui camat dan kepala desa. Data rinci penerima bantuan berada di kecamatan,” kata Achmadi.
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir berupa bantuan mainan edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar.
“Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemulihan mental anak-anak yang terdampak banjir,” tambahnya.
Sementara itu, bantuan logistik disalurkan langsung ke rumah warga terdampak, tidak terpusat di lokasi pengungsian. Operasional dapur umum direncanakan tetap berjalan hingga 12 Januari 2026 dengan evaluasi berkala menyesuaikan kondisi genangan air.
“Jika air mulai surut, pola penanganan akan diarahkan ke dapur mandiri dengan bantuan peralatan dan bahan makanan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” pungkas Achmadi.









