Sinergi Sentra Budi Luhur dan YPR Kobra Kalsel, Perkuat Layanan Rehabilitasi Sosial Serta Kelompok Rentan di Kalsel

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Penanganan permasalahan sosial di Kalimantan Selatan membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan diskusi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat guna membahas penguatan rehabilitasi serta pemberdayaan kelompok rentan.

Diskusi yang berlangsung pada Rabu (21/01/2026) tersebut menghadirkan perwakilan Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, YPR Kobra Kalimantan Selatan, Teras Inklusi dan balai kementrian sosial. Forum ini menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah dalam menangani isu disabilitas, penyalahgunaan napza, dan ODHA. 

Kepala Sentra Budi Luhur Kementerian Sosial RI, Ratna Dewi Sartika, menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan berbagai bentuk asistensi rehabilitasi sosial yang dapat diakses masyarakat melalui proses asesmen dan rekomendasi dari pemerintah daerah.

Menurutnya, bagi penyandang disabilitas, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar penunjang aktivitas. Mulai dari alat bantu dengar, alat gerak buatan, kursi roda, tongkat penuntun, hingga layanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Polda Kalsel Terima Penghargaan Kompolnas Awards 2025 sebagai Polda Kelompok B Terbaik

“Semua layanan ini diarahkan agar penyandang disabilitas dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.

Selain itu, Sentra Budi Luhur juga memberikan perhatian pada kelompok korban penyalahgunaan napza dan ODHA. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pemulihan fisik, tetapi juga penguatan fungsi sosial melalui bantuan kewirausahaan, pemenuhan kebutuhan hidup layak, pemberian nutrisi, hingga layanan konseling.

Ratna menegaskan, keberhasilan rehabilitasi tidak dapat dicapai tanpa dukungan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar stigma terhadap kelompok rentan dapat dikurangi.

“Kolaborasi dan pemahaman masyarakat menjadi kunci agar program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Selamat Riadi, menekankan bahwa korban penyalahgunaan napza seharusnya dipandang sebagai individu yang membutuhkan pertolongan, bukan hukuman.

“Maraknya penyalahgunaan narkoba yang menyasar berbagai usia, termasuk anak-anak, menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, rehabilitasi yang cepat dan berkelanjutan sangat diperlukan,”tuturnya.

Baca Juga :  Banjarbaru Kembali Kuasai Cabang Senam Porprov Kalsel 2025 dengan 11 Emas

Di Kalimantan Selatan, salah satu lembaga yang menjalankan rehabilitasi napza adalah IPWL LKS YPR Kobra. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Selamat Riadi juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan pascarehabilitasi. Stigma dan penolakan sosial, menurutnya, justru dapat meningkatkan risiko kekambuhan.

“Kesempatan kerja, dukungan moral, dan penerimaan sosial sangat menentukan keberhasilan reintegrasi mereka ke masyarakat,” katanya.

Ketua YPR Kobra Kalimantan Selatan, Ardian Noverdi Pratama, menjelaskan bahwa lembaganya menerapkan metode therapeutic community yang dipadukan dengan pembinaan mental, fisik, serta kedisiplinan.

Ia berharap para residen yang telah menyelesaikan program rehabilitasi mendapatkan akses lanjutan berupa pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, sehingga mampu kembali berperan aktif di tengah masyarakat.

“Kami berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat agar proses pemulihan tidak berhenti di lembaga, tetapi berlanjut hingga mereka benar-benar mandiri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan
DPRD Banjarbaru Proses Pergantian Ketua, Nama Muhammad Syahrial Diusulkan Gantikan Gusti Rizky
Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik
Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik
Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu
Di Balik Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita di Banjarbaru, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sekitar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:41 WITA

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:37 WITA

DPRD Banjarbaru Proses Pergantian Ketua, Nama Muhammad Syahrial Diusulkan Gantikan Gusti Rizky

Senin, 15 Juni 2026 - 10:10 WITA

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:13 WITA

Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Berita Terbaru

Kota Banjarbaru

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:41 WITA

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA