pro1.id, KOTABARU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru mulai memperketat langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus meski hingga kini belum ditemukan kasus di daerah tersebut.
Langkah kewaspadaan dilakukan menyusul munculnya kembali laporan kasus hantavirus di sejumlah negara dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kotabaru meminta seluruh puskesmas meningkatkan pemantauan dan pelaporan dini terhadap warga maupun pekerja yang mengalami gejala mencurigakan.
Kabid P2P Dinkes Kotabaru Roy melalui Ardiansyah mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah surveilans aktif di berbagai wilayah yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
“Kami sudah mengarahkan seluruh Puskesmas agar lebih aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, wilayah dengan aktivitas tenaga kerja cukup padat seperti Bungkukan, Sungai Durian dan Sengayam menjadi fokus utama edukasi serta pengawasan kesehatan.
Dinkes juga menggandeng pihak perusahaan agar turut memperhatikan kondisi kesehatan para pekerja dan segera melapor apabila ditemukan gejala penyakit tertentu.
Selain pengawasan, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Hantavirus rentan menyerang orang dengan kondisi imun yang lemah, jadi pola hidup sehat sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan penerapan PHBS menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit menular.
Sementara itu, Dinkes Kotabaru hingga kini masih mengacu pada pedoman dan surat edaran Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan pengawasan hantavirus di lapangan.
Meski belum ada edaran khusus dari tingkat provinsi, pihaknya memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.









