Dapur SPPG Sekumpul 005 Diresmikan, Pemkab Banjar Tekankan Standar Kebersihan dan Pengawasan Ketat

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:26 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 Martapura sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar.

Lokasi SPPG yang diresmikan di Jalan Sekumpul Ujung Gang Hijrah Jaya No.2 Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (1/06/2026).

Dalam sambutannya, Habib Idrus mengapresiasi Yayasan Albasia Graha ACID beserta seluruh pengelola yang telah menghadirkan dapur SPPG tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional peningkatan gizi anak.

“Saya mengapresiasi langkah nyata Yayasan Albasia Graha ACID dan seluruh pengelola yang telah mewujudkan dapur ini sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak kita di Kabupaten Banjar,” ujarnya. 

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari peresmiannya, melainkan dari konsistensi pengelolaan yang dilakukan setiap hari.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan yang diproduksi.

“Jagalah standar higienitas dapur, kebersihan peralatan, dan kualitas makanan seperti layaknya makanan untuk anak kita sendiri. Tidak boleh ada kompromi terhadap kebersihan, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyajian hingga kebersihan petugas,” tegasnya.

Baca Juga :  Musim Kemarau, DKPP Banjar Intensif Pantau Kualitas Air Keramba Jala Apung

Selain itu, Habib Idrus juga meminta agar pengelolaan dapur dilakukan secara transparan dengan pemasangan kamera pengawas atau CCTV yang dapat dipantau oleh pihak terkait.

“Saya minta agar dapat dipasangkan CCTV di area dapur produksi. Transparansi adalah kunci kepercayaan masyarakat. Tunjukkan bahwa kita bekerja bersih, jujur, dan profesional,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pengelola dapur dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama program berjalan.

“Jika ada keluhan kesehatan setelah makanan dikonsumsi, komunikasi dengan tenaga kesehatan harus berlangsung cepat. Jangan menunggu kondisi memburuk baru ditangani,” ujarnya.

Habib Idrus menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi perhatian utama pemerintah. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh standar pelayanan dan keamanan pangan tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, mengatakan kehadiran dapur SPPG di kawasan Sekumpul merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.

“Harapan kita yang pertama tentu program strategis pemerintah pusat ini dapat berjalan dengan baik di daerah. Ini salah satu bentuk dukungan kita terhadap program tersebut,” kata Yudi.

Baca Juga :  Tugu 17 Mei Dicoret Cat Pilok, Kondisi Monumen Bersejarah di Perbatasan Banjar-Banjarbaru Jadi Sorotan

Selain manfaat kesehatan, ia menilai keberadaan dapur SPPG juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

“Minimal dari tenaga kerja yang terserap dan sirkulasi perekonomian yang bergerak di sekitar dapur ini tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Yudi mengaku optimistis dengan kesiapan fasilitas yang telah dibangun. Berdasarkan hasil peninjauan, dapur dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan dan siap beroperasi.

“Kita sudah melihat langsung, tempatnya sangat bersih dan informasinya juga sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tinggal operasionalnya saja yang perlu dipastikan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 38 dapur SPPG yang telah terdaftar dan beroperasi di Kalimantan Selatan. Dengan diresmikannya SPPG Sekumpul 005, jumlah tersebut bertambah menjadi 39 unit.

“Yang sudah terdaftar ada 38, dan dengan yang ini berarti menjadi 39 yang siap beroperasi. Kita akan terus mendorong percepatan pembangunan SPPG sesuai arahan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA