pro1.id, MARTAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, cakupan pelayanan program tersebut telah mencapai sekitar 51,4 persen dari total sasaran penerima manfaat di daerah tersebut.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Banjar, Shinta Aulia Armeynda, mengatakan jumlah peserta didik yang telah menerima manfaat program MBG mencapai sekitar 70 ribu orang.
“Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banjar saat ini telah mencapai sekitar 51,4 persen, dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 70 ribu peserta didik,” ujarnya, Senin (1/06/2026).
Menurut Shinta, jumlah tersebut berasal dari total sasaran sekitar 136 ribu peserta didik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Banjar.
Selain menyasar peserta didik, pihaknya kini mulai memperluas layanan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan gizi masyarakat.
“Saat ini kami fokus memperluas pelayanan kepada kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Insya Allah mulai besok akan ada sekitar 11.250 penerima manfaat dari kelompok tersebut,” jelasnya.
Shinta menambahkan, pengembangan layanan MBG di Kabupaten Banjar juga didukung dengan bertambahnya jumlah dapur SPPG yang beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan.
Saat ini, terdapat 36 SPPG yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK), sementara dapur SPPG yang baru diresmikan menjadi unit ke-37 di Kabupaten Banjar.
“Dari total tersebut, sebanyak 30 SPPG sudah beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam tahap persiapan operasional,” katanya.
Ia menjelaskan, tujuh SPPG yang masih dalam tahap persiapan saat ini tengah melengkapi berbagai kebutuhan administrasi, pendataan penerima manfaat, hingga dokumen pendukung sebelum mulai beroperasi secara penuh.
Menurutnya, Kecamatan Martapura menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak di Kabupaten Banjar. Saat ini terdapat 11 SPPG yang telah berjalan dan 10 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
“Untuk Kecamatan Martapura sendiri saat ini sudah ada 11 SPPG yang beroperasi. Kemudian akan ada tambahan 10 SPPG lagi yang sedang dipersiapkan, sehingga total nantinya mencapai 21 SPPG,” ungkapnya.
Shinta menilai peningkatan capaian Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan daerah.
“Peningkatan capaian target Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis membawa banyak dampak positif, di antaranya membantu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MBG di Kabupaten Banjar.
“Kesuksesan capaian ini terwujud dari sinergi, kolaborasi, kerja sama, dan dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar, berbagai instansi terkait, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memaksimalkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banjar,” pungkasnya.
Dengan terus bertambahnya jumlah dapur pelayanan gizi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap cakupan Program Makan Bergizi Gratis dapat semakin luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.









