pro1.id, BANJAR — Suasana haru mewarnai pisah sambut pimpinan Polres Banjar. AKBP Dr. Fadli resmi meninggalkan jabatan sebagai Kapolres Banjar setelah mendapat amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pisah sambut sekaligus penyambutan Kapolres Banjar yang baru, AKBP Boni Ariefianto, berlangsung di halaman Mapolres Banjar, Sabtu (12/9/2026). Pergantian tersebut menjadi momen bagi Fadli untuk berpamitan sekaligus menyampaikan sejumlah pesan kepada personel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan tugasnya di Kabupaten Banjar.
Dalam kesempatan terakhirnya sebagai Kapolres Banjar, Fadli menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas seluruh jajaran. Ia meminta personel tetap mempertahankan disiplin serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga berpesan agar hubungan antara kepolisian dan masyarakat terus dijaga. Menurut Fadli, anggota harus mampu menjalankan tugas tanpa menyakiti hati masyarakat serta tetap mengedepankan hubungan yang baik dengan warga.
Setelah sekitar satu tahun memimpin Polres Banjar, Fadli menyebut banyak pengalaman yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tugasnya. Salah satunya terkait penanganan perkara pidana, termasuk sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap jajaran.
“Akan tetapi, kasus menonjol selama saya menjabat 100 persen terungkap. Ini berkat kerja sama antara Polres dan Polsek,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan, selama masa tugasnya seluruh kasus pembunuhan dan perampokan yang ditangani, yang jumlahnya lebih dari 10 perkara, berhasil diungkap. Selain itu, ratusan perkara narkotika juga telah ditangani oleh jajaran Polres Banjar.
Fadli menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan personel maupun masyarakat. Ia pun mengaku akan kembali menekuni bidang reserse melalui penugasan barunya sebagai Wadir Krimsus Polda Sulteng.
Meninggalkan Martapura, kata Fadli, bukan perkara mudah. Selama bertugas, ia merasakan kesan mendalam terhadap masyarakat yang dinilainya baik, humanis dan religius. Hubungan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah juga disebutnya sudah seperti keluarga.
Meski berat meninggalkan Kabupaten Banjar, Fadli menyadari bahwa perjalanan karier dan penugasan mengharuskannya siap menerima amanah di tempat baru. Ia berharap kepemimpinan selanjutnya dapat membawa Polres Banjar terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin baik.
Di hadapan jajaran, Fadli kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat sikap atau keputusan yang kurang berkenan. Ia mengakui gaya kepemimpinannya cenderung tegas dalam memberikan pembinaan kepada anggota.
“Saya juga minta maaf selama saya menjabat banyak anggota yang stres, diguling, dijungkir. Namun itu tipe kepemimpinan saya. Siapa tahu Kapolres baru ini tipe kepemimpinannya lebih humanis,” katanya.
Sebelum benar-benar meninggalkan Polres Banjar, Fadli secara khusus menitipkan seluruh personel kepada Boni. Ia meminta jajaran tetap solid dan terus meningkatkan kinerja di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru.
“Saya titip anggota, tolong dijaga, tingkatkan kinerjanya,” pesan Fadli.
Ia juga meminta silaturahmi yang telah terjalin selama ini tidak terputus meski dirinya tidak lagi bertugas di Polres Banjar. “Saya minta maaf jika ada yang tidak berkenan. Saya pamit menjabat sebagai Wadir Krimsus Polda Sulteng. Tetap jalin silaturahmi. Ke depan, kita bisa saling membantu,” ucapnya.

Sementara itu, AKBP Boni Ariefianto menyatakan kesiapannya menerima tongkat estafet kepemimpinan Polres Banjar. Ia menyadari tanggung jawab tersebut bukan hal ringan karena harus melanjutkan berbagai hal baik yang telah dibangun oleh Fadli.
“Banyak hal baik yang sudah ditorehkan, ini yang akan saya lanjutkan. Ini tantangan bagi saya pribadi dan keluarga untuk bisa melanjutkan amanah ini, tentu saja tidak mudah,” tutur Boni.
Boni juga memberikan pandangannya terhadap pola pembinaan Fadli selama bertugas. Menurutnya, ketegasan seniornya tersebut merupakan bagian dari upaya membangun integritas anggota agar mampu mengambil keputusan dengan tepat ketika menjalankan tugas.
“Integritas beliau membina kami, jangan kaget jika ada yang pernah dibina di lapangan ini. Justru itu tanda sayang, membina kita agar tidak salah dalam mengambil keputusan,” ucapnya.
Sebagai Kapolres Banjar yang baru, Boni meminta dukungan dan kerja sama seluruh Pejabat Utama (PJU), perwira serta personel. Ia ingin kebersamaan jajaran menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Banjar.
“Selanjutnya mohon kerja sama seluruh PJU, perwira dan semua personel dalam menjalankan roda Polres Banjar. Menciptakan suasana yang aman dan kondusif,” katanya.
Boni turut menyoroti karakteristik Kabupaten Banjar yang memiliki wilayah luas dan masyarakat dengan kehidupan keagamaan yang kuat. Kondisi tersebut menurutnya menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mayoritas masyarakatnya memegang teguh keagamaan dan agamis. Saya harap juga itu diterapkan di Polres Banjar dalam melaksanakan tugas,” tambahnya.
Kepada Fadli, Boni menyampaikan apresiasi atas pengabdian selama memimpin Polres Banjar. Ia mendoakan agar Fadli diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan tugas barunya di Polda Sulawesi Tengah.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan bangga kepada senior kami, Dr. Fadli. Selamat bertugas di tempat baru. Semoga diberi perlindungan Allah SWT dan diberikan kesuksesan,” ungkap Boni.

Boni mengaku tidak menyangka dirinya mendapat amanah untuk menggantikan Fadli. Namun, ia memastikan tugas tersebut akan dijalankan bersama seluruh personel dengan mengedepankan tanggung jawab dan kebersamaan.
“Dengan mengucap bismillah, dengan rasa tanggung jawab dan kebersamaan, kita jalankan tugas yang sudah diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, khususnya menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Banjar,” pungkasnya.















