pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Polres Banjar menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung target penanaman jagung seluas 150 hektare di Kabupaten Banjar.
Bantuan yang diserahkan berupa tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran 3 inci untuk menunjang kegiatan pertanian kelompok tani.

Penyerahan sekaligus sosialisasi bantuan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026). Bantuan ini merupakan hasil usulan yang melibatkan Polri bersama kelompok tani dan pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan tanaman jagung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan untuk membantu petani. Ia berharap peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan produksi pertanian, khususnya jagung.
“Dengan alat ini, kita berharap dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk bersama-sama meningkatkan produksi jagung, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” ujar Ikhwansyah.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Banjar agar bantuan yang telah diterima dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan baik. Dengan demikian, peralatan tersebut dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pertanian dan membantu petani meningkatkan hasil produksi.

Sementara itu, Wakapolres Banjar Kompol Aunur Rozaq menjelaskan, keterlibatan Polri dalam program ini tidak hanya sebatas mendukung penyerahan bantuan, tetapi juga mendampingi petani melalui pendataan kebutuhan kelompok tani atau POKTAN. Polri berperan sebagai penghubung antara petani dan pemerintah daerah agar kebutuhan di lapangan dapat diusulkan sesuai prioritas.
Menurut Aunur Rozaq, kelompok tani yang membutuhkan peralatan maupun bibit didata dan dihimpun melalui pendampingan di wilayah masing-masing. Data tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengusulan bantuan.
“Polri menjembatani apa yang diperlukan petani. Kami mendata kelompok tani yang membutuhkan alat, termasuk bibit, kemudian data tersebut kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menambah semangat petani untuk menanam jagung secara berkelompok. Polri juga akan mendampingi perkembangan kegiatan pertanian, termasuk membantu menghubungkan kelompok tani dengan pihak yang dapat menyerap hasil panen.
Aunur Rozaq menjelaskan, apabila petani mengalami kendala dalam pemasaran hasil panen, kelompok tani dapat berkoordinasi dengan pendamping di lapangan. Hasil panen nantinya dapat dihimpun dan dikoordinasikan agar penyalurannya lebih mudah. Ia juga menyebutkan bahwa jagung berpotensi disalurkan kepada peternak, dengan mengutamakan penyerapan dari petani lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan target penanaman jagung yang didukung melalui program tersebut mencapai 150 hektare. Bantuan alsintan diusulkan untuk kelompok tani di enam kecamatan, yakni Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman.
Warsita menjelaskan, bantuan peralatan tersebut diarahkan untuk menunjang penanaman jagung di wilayah penerima. Penggunaan alsintan diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah lahan dan menjalankan kegiatan budidaya secara lebih efektif.
Terkait realisasi penanaman, Warsita menyebutkan bahwa kegiatan di lapangan telah didukung melalui pendampingan kelompok tani dan penyuluh pertanian di tingkat kecamatan maupun desa. Namun, hasil penanaman belum maksimal karena kondisi masih memasuki musim kemarau.
Meski demikian, pengolahan lahan dan persiapan bibit telah dilakukan. Penanaman berikutnya direncanakan dapat dilanjutkan ketika hujan mulai turun, termasuk untuk musim tanam selanjutnya sesuai kondisi lahan dan kesiapan petani.
“Untuk saat ini realisasi penanaman belum maksimal karena masih musim kemarau. Nanti kalau sudah memasuki musim hujan, penanaman akan langsung dilanjutkan karena pengolahan lahan dan bibit sudah disiapkan,” ujar Warsita.
Warsita juga membuka peluang pengusulan tambahan bantuan apabila program penanaman jagung berjalan baik dan semakin banyak kelompok tani yang berminat. Dukungan sarana pertanian tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Banjar.

Melalui bantuan tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran 3 inci, pemerintah daerah bersama Polres Banjar berupaya mendukung kelompok tani dalam mencapai target tanam 150 hektare. Pendampingan petani, kesiapan sarana, serta dukungan pemasaran hasil panen menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan jagung di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian serta penguatan ketahanan pangan.















