RSUD Raza Banjar Laksanakan Aktivasi Implan Koklea, Jadi Layanan Baru bagi Pasien Gangguan Pendengaran

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MARTAPURA – RSUD Raza Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan aktivasi implan koklea, Rabu (7/10/2026). Layanan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan pasien dengan gangguan pendengaran sangat berat setelah sebelumnya menjalani prosedur operasi pemasangan implan.

Aktivasi implan koklea dilakukan dengan mengaktifkan perangkat eksternal yang terhubung dengan implan yang sebelumnya telah ditanam di dalam tubuh pasien. Prosesnya dilakukan secara bertahap agar pasien dapat menyesuaikan diri dengan suara yang diterima melalui perangkat tersebut.

Direktur Utama RSUD Raza, Arief Rachman, menjelaskan bahwa pemasangan bagian implan di dalam tubuh telah dilakukan melalui tindakan operasi oleh dokter spesialis. Sementara kegiatan kali ini merupakan tahap aktivasi perangkat eksternal.

“Jadi sebelumnya sudah dilakukan operasi penanaman di dalam kulit oleh dokter-dokter spesialis. Hari ini dipasang prosesor di luarnya karena sudah dipasang implan di dalamnya,” jelas Arief.

Dalam pelaksanaannya, aktivasi tidak langsung diberikan dengan tingkat suara tinggi. Perangkat terlebih dahulu diatur pada tingkat suara rendah, kemudian dinaikkan secara bertahap sesuai respons dan kemampuan pasien dalam menerima suara.

Tahapan tersebut dilanjutkan dengan proses pemetaan atau mapping. Pengaturan dilakukan untuk menyesuaikan perangkat dengan respons pendengaran masing-masing pasien sehingga suara yang diterima dapat semakin sesuai.

Dari sisi pembiayaan, perangkat implan koklea memiliki nilai yang cukup besar. Satu perangkat berada di kisaran Rp200 juta, sedangkan dua perangkat yang digunakan dalam layanan tersebut mencapai sekitar Rp500 juta.

Baca Juga :  Dinkes Banjar Kerahkan Relawan dan Puluhan Posko Jelang Peringatan Momen 5 Rajab

Dokter Spesialis THT RSUD Raza, dr. Sri Sofia Wahyumi, Sp.THT-KL, mengatakan gangguan pendengaran sangat berat dapat berdampak terhadap perkembangan kemampuan bicara, terutama pada anak. Kemampuan mendengar menjadi bagian penting dalam proses seseorang mempelajari suara, bahasa dan komunikasi.

Menurutnya, penanganan gangguan pendengaran sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Tidak ada batasan usia mutlak untuk mendapatkan intervensi, tetapi semakin cepat gangguan terdeteksi dan ditangani, semakin baik peluang mendukung perkembangan kemampuan bahasa dan bicara.

“Semakin dini, semakin baik. Karena ini berkaitan dengan proses perkembangan bicara. Kita harus mengejar, jadi semakin terdeteksi dan semakin cepat dilakukan intervensi, hasilnya semakin bagus,” jelas Sri Sofia.

Ia menegaskan, aktivasi implan koklea bukan menjadi tahap akhir penanganan. Setelah perangkat diaktifkan, pasien masih membutuhkan proses adaptasi dan terapi untuk mengenali suara serta mengembangkan kemampuan bahasa dan komunikasinya.

Karena itu, orang tua maupun keluarga memiliki peran penting dalam proses setelah aktivasi. Stimulasi tidak hanya dilakukan ketika pasien berada di rumah sakit, tetapi harus dilanjutkan secara rutin di lingkungan keluarga.

“Orang tua adalah mitra utama tim. Semua proses harus dicatat orang tua, termasuk perkembangan bicara, lalu dikomunikasikan dengan pihak yang menangani alat tersebut,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea turut mengapresiasi pelaksanaan layanan tersebut. Menurutnya, keberadaan layanan dengan kompetensi khusus di RSUD Raza memberikan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kita apresiasi. Jadi, kita juga memberikan layanan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi,” ujar Yudi.

Baca Juga :  DKUMPP Banjar dan Polres Turun Langsung Kendalikan Harga di Gambut Dengan Operasi Pasar Murah

Dalam kegiatan tersebut, salah satu pasien yang menjalani aktivasi adalah Muhammad Zein Ramadhan, anak berusia enam tahun dengan riwayat gangguan pendengaran sangat berat.

 

Orang tua pasien, Tanzie, mengatakan anaknya, Muhammad Zein Ramadhan yang kini berusia enam tahun, diketahui mengalami gangguan pendengaran sejak sekitar usia tiga tahun. Sebelumnya, anaknya menggunakan alat bantu dengar, namun hasilnya belum optimal.

“Dari lahir prematur, ketahuan di umur tiga tahun. Kemarin awalnya cuma pakai ABD (alat bantu dengar),” ujar Tanzie.

Ia mengatakan, setelah aktivasi, anaknya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan suara. Pengaturan perangkat akan dilakukan secara perlahan, mulai dari suara yang paling kecil kemudian dinaikkan sesuai respons pasien.

Menurut Tanzie, perangkat tersebut nantinya diupayakan digunakan secara rutin, dengan waktu pemakaian minimal sekitar 10 jam dalam sehari. Hal itu dilakukan agar anak semakin terbiasa mendengar dan dapat mengikuti proses pembelajaran suara dari lingkungan sekitar.

Aktivasi dilakukan secara bertahap dan pasien akan menjalani proses penyesuaian lebih lanjut. Penggunaan perangkat juga diarahkan secara rutin agar pasien semakin terbiasa menerima dan mengenali suara dari lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan aktivasi implan koklea di RSUD Raza ini menjadi bagian dari pengembangan layanan bagi pasien dengan gangguan pendengaran. Setelah aktivasi, proses mapping, terapi dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar manfaat perangkat dapat dioptimalkan.

Berita Terkait

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA