pro1.id, MARTAPURA – Cat hitam yang sebelumnya menutupi bagian Tugu 17 Mei di Kabupaten Banjar telah berhasil dibersihkan. Proses penanganan berlangsung selama tiga hari, terdiri dari dua hari penghapusan cat dan satu hari pelapisan ulang atau coating untuk melindungi permukaan monumen. 
Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup DPRKPLH Kabupaten Banjar, Hariyanto Hadi, menjelaskan bahwa proses pembersihan dilakukan melalui tahapan khusus untuk menjaga kondisi material dasar tugu.
“Proses pembersihan cat hitam memerlukan waktu dua hari, kemudian dilanjutkan satu hari untuk coating atau pelapisan ulang permukaan,” ujar Hariyanto Hadi, Selasa (13/10/2026).
Dalam proses penghapusan cat, cairan yang digunakan adalah HCl atau asam klorida. Pengaplikasiannya dilakukan dengan teknik dan perlakuan khusus agar reaksi cairan tetap terkontrol dan tidak merusak material dasar monumen.
“Penggunaan cairan HCl dilakukan dengan teknik dan perlakuan khusus agar reaksinya terkontrol dan tidak merusak material dasar monumen,” jelasnya.

Setelah cat berhasil dihilangkan, proses dilanjutkan dengan coating selama satu hari sebagai pelapisan ulang untuk melindungi permukaan tugu.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, DPRKPLH Kabupaten Banjar menyiapkan sejumlah langkah pengawasan. Salah satunya dengan meningkatkan frekuensi pengawasan rutin oleh petugas pengelola kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman.
Selain itu, koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan diperketat. Pihak dinas juga berencana menambahkan papan imbauan atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut menjaga fasilitas dan aset publik milik daerah.
“Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, kami akan meningkatkan pengawasan rutin, memperketat koordinasi dengan Satpol PP, serta menambahkan papan imbauan atau sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas dan aset publik milik daerah,” ungkapnya.

Melalui pembersihan dan pelapisan ulang tersebut, penanganan cat hitam pada Tugu 17 Mei telah diselesaikan. Selanjutnya, peningkatan pengawasan dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga kondisi monumen serta mencegah kerusakan serupa di kemudian hari.















