pro1.id, MARTAPURA – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko perkawinan anak terus dilakukan Pemerintah Desa Kuin Besar. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi tentang pernikahan dini atau perkawinan di bawah umur yang dilaksanakan bersama Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut memberikan ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami berbagai konsekuensi apabila perkawinan dilakukan sebelum seseorang mencapai usia yang cukup dan memiliki kesiapan berumah tangga.
Materi sosialisasi membahas dampak pernikahan dini dari berbagai aspek kehidupan. Di antaranya berkaitan dengan kesehatan, keberlanjutan pendidikan, kondisi psikologis, serta kesiapan membangun kehidupan keluarga.
Pambakal Desa Kuin Besar, Ahmadi, menyambut positif keterlibatan Uniska Banjarmasin dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini diperlukan agar warga semakin memahami persoalan pernikahan di bawah umur.

“Pemerintah Desa Kuin Besar sangat menyambut baik program seperti ini. Sosialisasi ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai dampak yang bisa ditimbulkan apabila menikah di usia dini,” ujar Ahmadi.
Ia berharap penyampaian materi oleh pihak perguruan tinggi dapat menambah wawasan masyarakat, terutama dalam melihat pentingnya kesiapan usia, mental, dan tanggung jawab sebelum membangun rumah tangga.

Ahmadi juga mengharapkan kerja sama antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui program-program edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pencegahan pernikahan dini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan perhatian orang tua, lingkungan keluarga, dan masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan tersebut, Pemdes Kuin Besar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya melindungi masa depan anak dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan kehidupan yang lebih matang sebelum menikah.















